ADV DPRD BALIKPAPAN 2024 Balikpapan Ekonomi

DPRD Dukung Kebijakan Pembatasan Iklan Rokok 

Balikpapan- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mendukung rencana pembatasan iklan rokok.

Saat ini, pembahasan terkait revisi Peraturan Daerah tentang Kawasan Sehat Tanpa Rokok (KTSR) masih dalam pendalaman.

Rencana penerapan Perda KTSR tersebut akan memperluas regulasi aturan pembatasan rokok di Kota Balikpapan.

Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan Iwan Wahyudi meminta agar aparat Satpol PP  dapat mengawasi dan menindak pemasangan iklan rokok.

Seperti diketahui langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif terhadap dampak rokok. Meski saat ini masih ditemui adanya iklan rokok.

“Khususnya untuk tidak mengizinkan pemasangan baliho promosi rokok di Balikpapan,” ujarnya kepada wartawan,  Rabu (22/5/2024).

Dirinya juga meminta jajaran Satpol PP untuk bisa mengambil langkah-langkah penindakan, sehingga ketertiban ini bisa dijaga dengan baik.

Meski saat ini masih ada dispensasi  untuk menghabiskan masa kontrak kerja mengenai pemasangan iklan rokok tersebut.

“Saya belum tahu, nanti mungkin akan saya tanyakan kembali  perkembangan dari pihak Satpol PP seperti apa. Akan tetapi saya kira setelah itu kita butuh konsistensi bersama untuk penegakan peraturan daerah ini,” jelasnya.

Menurutnya dengan konsisten melakukan penegakan Peraturan Daerah (Perda) akhirnya semua sama- sama menaati, maka akan membuat satu kultur dan budaya untuk masyarakat Balikpapan jauh lebih baik.

“Kami berharap, masyarakat Balikpapan memiliki satu kultur dan budaya dalam kepatuhannya,”bebernya.

Sementara mengenai dengan penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga miliaran rupiah dari kebijakan pemasangan iklan reklame rokok tersebut. Menurut Iwan hal tersebut sudah merupakan kebijakan Pemkot Balikpapan yang harus dihormati bersama.

“Artinya tidak apa-apa dan itu konsekuensi yang diambil bersama. Karena tujuan dari Pemkot ini kan jauh  lebih besar lagi, baik buat anak-anak dan masa depan untuk kesehatan masyarakat Balikpapan  jangka panjangnya.  Dan saya harapkan potensi PAD yang lain ini bisa lebih digali oleh Pemkot Balikpapan,” pungkasnya. 

(ADV)