Pemkot Tekankan Keamanan Jajanan Sekolah untuk Dukung Pencegahan Stunting

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan menekankan pentingnya pengawasan keamanan pangan, terutama jajanan yang dikonsumsi anak-anak di lingkungan sekolah. Makanan yang dijual dan disediakan untuk anak harus memenuhi standar kesehatan, higienis, tidak kedaluwarsa, serta bebas dari bahan berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, mengatakan keamanan pangan perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari pemerintah, penyedia makanan, hingga masyarakat. Hal tersebut juga berkaitan dengan upaya pemenuhan gizi anak dan pencegahan stunting.
Ia menjelaskan, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) yang melaksanakan program pengadaan makanan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus memastikan pangan yang disediakan layak dikonsumsi. Pemeriksaan terhadap bahan baku maupun makanan jadi perlu diperhatikan agar kualitas dan keamanannya terjamin.
“Yang diharapkan, teman-teman di OPD bisa memastikan penyediaan makanan menggunakan bahan yang memang layak konsumsi, higienis, sehat, dan tidak kedaluwarsa,” ujarnya, Minggu (25/10/2026).
Menurut Agus, perhatian terhadap keamanan pangan tidak cukup hanya dilakukan dalam program pemerintah. Pengawasan juga perlu diperkuat di lingkungan masyarakat, termasuk terhadap makanan yang dijual di sekitar sekolah dan menjadi pilihan konsumsi anak-anak setiap hari.
Jajanan sekolah menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena anak-anak belum sepenuhnya mampu mengenali makanan yang aman dan tidak aman untuk dikonsumsi. Karena itu, orang tua, pihak sekolah, serta penjual makanan perlu memiliki kesadaran yang sama mengenai pentingnya kebersihan dan kelayakan pangan.
Agus menambahkan, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan penanganan kesehatan, tetapi juga pemenuhan gizi yang perlu diperhatikan sejak dini. Asupan makanan yang berkualitas harus didukung dengan pangan yang aman agar kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi tanpa menimbulkan risiko kesehatan.
Selain kandungan gizi, kebersihan proses pengolahan, penyimpanan, dan penyajian makanan juga menjadi faktor penting. Makanan yang terlihat menarik belum tentu aman apabila tidak memenuhi persyaratan kesehatan.
Pemkot Balikpapan berharap peningkatan pemahaman mengenai perlindungan konsumen dan keamanan pangan dapat mendorong pengawasan yang lebih baik, baik dalam program pengadaan makanan pemerintah maupun penjualan jajanan di lingkungan sekolah. Dengan demikian, pemenuhan gizi anak dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kesehatan dan mempercepat penurunan stunting di Kota Balikpapan.
(adv/Diskominfo Balikpapan)




