Dishub Integrasikan Angkot dengan Bacitra, Jangkauan Transportasi Umum Diperluas

Balikpapan – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan merancang jaringan transportasi umum terintegrasi dengan tetap melibatkan angkutan kota (angkot) yang selama ini melayani masyarakat. Penataan tersebut dilakukan melalui penyusunan kajian Rencana Umum Jaringan Trayek Balikpapan Connectivity bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Kepala Dishub Kota Balikpapan, M Fadli Pathurrahman, mengatakan integrasi transportasi ini bukan untuk menghilangkan keberadaan angkot, melainkan menyesuaikan perannya dengan pengembangan layanan Balikpapan City Trans (Bacitra).
Dalam skema yang disiapkan, angkot berpeluang menjadi angkutan pengumpan atau feeder yang menghubungkan masyarakat dari kawasan permukiman menuju koridor utama Bacitra. Dengan pola tersebut, jangkauan transportasi umum diharapkan semakin luas, termasuk ke wilayah yang belum terlayani secara optimal oleh bus perkotaan.
“Pengusaha angkutan kota tidak perlu merasa khawatir apakah rute baru nanti memiliki potensi penumpang atau tidak, karena seluruh potensi tersebut sepenuhnya akan kami intervensi,” ujar Fadli kepada wartawan, Minggu (25/10/2026).
Ia menjelaskan, Dishub juga menyiapkan skema Buy The Service (BTS) atau pembelian layanan untuk memberikan kepastian dalam penyelenggaraan angkutan umum. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berupaya menjaga keberlangsungan usaha pengusaha dan pengemudi angkot di tengah perubahan sistem transportasi.
Penataan tidak hanya menyangkut pembagian rute, tetapi juga mencakup standar operasional prosedur (SOP), kelayakan armada, dan pola pelayanan. Angkot diharapkan dapat beroperasi lebih profesional serta memenuhi standar pelayanan transportasi umum.
Pengembangan jaringan juga diarahkan untuk menjangkau kawasan pinggiran, seperti Teritip di Balikpapan Timur serta Kilometer 23 dan Karang Joang di Balikpapan Utara. Perluasan layanan tersebut membutuhkan perencanaan rute yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat, disertai dukungan halte dan pos pemantauan.
Dishub telah berkomunikasi dengan para pengemudi angkot untuk menyampaikan rencana integrasi tersebut. Dalam penyusunan peta jalan transportasi, pemerintah turut mempertimbangkan integrasi empat jenis moda agar sistem yang dibangun dapat mengakomodasi kebutuhan pengguna maupun pelaku usaha transportasi.
Selain angkot dan Bacitra, keberadaan taksi Green juga masuk dalam pembahasan penataan moda transportasi. Namun, audiensi dan penentuan lokasi operasional taksi tersebut untuk sementara ditunda guna menjaga kondusivitas penyelenggaraan transportasi di Balikpapan.
Angkot nantinya tetap berpeluang melayani jalan-jalan lingkungan, termasuk untuk mendukung akses masyarakat menuju pasar, sekolah, dan kawasan wisata. Dishub juga merencanakan sistem pembayaran tunggal atau *one payment* agar penumpang yang menggunakan dua moda transportasi dapat melakukan satu kali pembayaran.
Melalui integrasi jaringan trayek dan antarmoda ini, Dishub berharap transportasi umum di Balikpapan menjadi lebih teratur, mudah diakses, dan mampu menjangkau lebih banyak wilayah. Pelibatan angkot lokal diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan serta keberlanjutan usaha transportasi masyarakat.
(adv/Diskominfo Balikpapan)




