ADV CAMAT UTARA Balikpapan

PKK Balikpapan Utara Padukan Musik dan Tarian Viral di Ajang BI




BALIKPAPAN-Tim Penggerak PKK Kecamatan Balikpapan Utara tampil kreatif dalam mengampanyekan Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Pada lomba fun games dan yel-yel yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, mereka memadukan alat musik dengan tarian yang tengah viral untuk menyampaikan pesan penting tentang menjaga dan menghargai rupiah.

Salah seorang anggota tim, Yoan dari Pokja I PKK Kecamatan Balikpapan Utara, mengatakan persiapan dilakukan selama kurang lebih dua pekan. Konsep penampilan sengaja dibuat berbeda agar lebih menarik perhatian peserta maupun penonton.

“Karena saya memang biasa bermain gitar di gereja, akhirnya muncul ide menggunakan alat musik. Kami padukan dengan gerakan yang sedang tren seperti tarian Brazil dan Kicau Mania, sehingga penampilannya lebih hidup dan mudah diingat,” ujarnya, disela-sela lomba, yang berlangsung di Pantai Kilang Mandiri, pada hari Sabtu, 25 Juli 2026.

Menurut Yoan, perpaduan musik, tarian, dan irama dangdut diharapkan membuat pesan edukasi tentang pentingnya mencintai rupiah lebih mudah diterima masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pokja II PKK Kecamatan Balikpapan Utara, Hambriati, mengatakan keikutsertaan dalam lomba bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi juga menjadi sarana mengedukasi masyarakat agar lebih menghargai uang rupiah.

Ia menjelaskan, masyarakat diajak memahami cara memperlakukan uang dengan benar, seperti tidak melipat, mencoret, maupun menstaples lembaran rupiah karena dapat merusak fisiknya.

“Kami ingin masyarakat semakin cinta, bangga, dan paham terhadap rupiah. Kalau bukan kita yang menghargai rupiah, siapa lagi?” katanya.

Hambriati mengungkapkan, edukasi mengenai CBP Rupiah selama ini tidak hanya dilakukan saat lomba. PKK Balikpapan Utara memiliki Tim Berlian yang secara rutin memberikan sosialisasi ke kelurahan, sekolah, PAUD, taman kanak-kanak, hingga kelompok-kelompok ibu di masyarakat.

Menurutnya, kelompok ibu rumah tangga dan anak-anak menjadi sasaran utama edukasi karena dinilai rentan menjadi korban penipuan uang palsu maupun kurang memahami cara merawat uang dengan baik.

Upaya tersebut, lanjut Hambriati, mulai menunjukkan hasil. Masyarakat kini semakin memahami pentingnya menjaga kondisi uang agar tetap layak edar.

“Dulu uang sering diremas, dilipat, atau diselipkan sembarangan. Sekarang sudah mulai rapi disimpan di dompet. Uang yang bersih dan tidak kusut juga lebih nyaman digunakan saat bertransaksi,” tuturnya.

Ini merupakan kali pertama PKK Kecamatan Balikpapan Utara mengikuti lomba fun games dan yel-yel yang diselenggarakan Kantor Perwakilan BI Balikpapan. Meski demikian, mereka mengaku optimistis mampu meraih hasil terbaik.

“Kami optimistis. Semangat kami bukan hanya untuk menang, tetapi juga agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya mencintai, membanggakan, dan menjaga rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa,” pungkas Hambriati.(*)