Fany Perkuat Gerakan Pencegahan Narkoba Lewat Duta JARWASNABA Balut

BALIKPAPAN – Anggota Kelompok Kerja (Pokja) I Kecamatan Balikpapan Utara (Balut), Fany Aulia Arnelita, berkomitmen memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan anak dan remaja melalui pembinaan Duta JARWASNABA (Jaringan Remaja Waspada terhadap Narkoba).
Fany mengatakan, dirinya resmi dilantik sebagai anggota Pokja I Kecamatan Balut untuk masa bakti 2026–2028 pada Februari 2026. Dalam kepengurusan tersebut, ia mendapat amanah sebagai pembina sekaligus Ketua Duta JARWASNABA Kecamatan Balut.
Menurutnya, amanah tersebut menjadi tanggung jawab besar untuk membina serta menggerakkan generasi muda agar memiliki kesadaran terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Selain itu, para duta juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang aktif mengedukasi lingkungan sekitar mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat, produktif, dan bebas dari narkoba.
“Melalui amanah ini, saya memiliki tanggung jawab untuk membina dan menggerakkan para remaja agar lebih sadar terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Kami ingin mereka menjadi agen perubahan yang mampu memberikan edukasi kepada teman sebaya maupun masyarakat tentang pentingnya hidup sehat, produktif, dan bebas dari narkoba,” ucap Fany saat dihubungi awak media, Rabu (29/7/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini Duta JARWASNABA Kecamatan Balut telah melibatkan berbagai organisasi kepemudaan, baik yang berada di bawah naungan lembaga maupun organisasi independen. Salah satu mitra strategis yang dilibatkan adalah Forum Anak.
Menurutnya, kolaborasi dengan Forum Anak dilakukan karena memiliki visi yang sama dalam memberikan edukasi kepada anak-anak dan remaja mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba sejak usia dini.
“Kami percaya bahwa pencegahan tidak cukup hanya melalui sosialisasi. Anak-anak dan remaja juga perlu diberikan ruang untuk mengikuti kegiatan yang positif, kreatif, dan bermanfaat sehingga mereka memiliki lingkungan yang mendukung perkembangan diri,” katanya.
Melalui sinergi bersama Forum Anak dan berbagai organisasi kepemudaan lainnya, Duta JARWASNABA berupaya mengajak anak-anak, remaja, dan pemuda untuk mengisi waktu dengan aktivitas yang produktif. Kegiatan tersebut diarahkan pada pengembangan potensi diri, peningkatan keterampilan, serta keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan sosial di lingkungan masyarakat.
Fany menilai, semakin banyak ruang positif yang tersedia bagi generasi muda, maka semakin kecil pula peluang mereka terjerumus ke dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
“Ketika anak-anak dan remaja memiliki wadah untuk belajar, berkarya, dan berorganisasi, mereka akan lebih fokus mengembangkan potensi yang dimiliki. Hal itu menjadi salah satu langkah nyata untuk meminimalkan keterlibatan dalam berbagai perilaku negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.
Kata dia, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Upaya pencegahan akan jauh lebih efektif jika dilakukan secara kolaboratif. Ketika pemerintah, organisasi kepemudaan, Forum Anak, sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat berjalan bersama, saya yakin kami mampu menciptakan lingkungan yang aman serta melahirkan generasi muda yang sehat, produktif, berprestasi, dan bebas dari narkoba,” pungkasnya.
(adv)




