Komunikasi Keluarga Jadi Fondasi Pendampingan Anak Hadapi Tantangan di Sekolah

Balikpapan – Peran keluarga, khususnya ayah dan ibu, menjadi faktor penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak, terutama ketika mereka menghadapi berbagai persoalan di lingkungan sekolah. Komunikasi yang terbuka dan perhatian yang diberikan secara konsisten dinilai mampu menciptakan rasa aman bagi anak untuk menyampaikan berbagai keluhan maupun tantangan yang dihadapinya.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa rumah harus menjadi tempat pertama yang memberikan rasa nyaman bagi anak untuk bercerita. Menurutnya, orang tua tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendengar yang mampu memahami kondisi psikologis anak dan membantu mencari solusi atas setiap permasalahan yang muncul.
“Anak-anak kita punya masalah di sekolah, orang tua bisa menjadi tempat curahan hati seandainya ada kendala di sekolah,” ujar Bagus, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa komunikasi yang terjalin secara rutin antara orang tua dan anak akan memperkuat ikatan emosional dalam keluarga. Dengan hubungan yang harmonis tersebut, anak akan lebih terbuka untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi, baik terkait kegiatan belajar, hubungan dengan teman sebaya, maupun tantangan lain yang muncul di lingkungan sekolah.
Bagus juga mengingatkan bahwa tanggung jawab dalam mengasuh dan mendampingi anak bukan hanya berada di pundak seorang ibu. Kehadiran ayah dalam kehidupan sehari-hari memiliki peran yang sama penting dalam membentuk karakter, kepercayaan diri, serta kesehatan emosional anak.
Ia mengacu pada pesan yang disampaikan dalam peringatan Hari Keluarga yang menekankan pentingnya keterlibatan kedua orang tua dalam proses pengasuhan. Menurutnya, anak membutuhkan figur ayah dan ibu yang sama-sama aktif memberikan perhatian, kasih sayang, serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tidak hanya figur ibu, tetapi juga figur ayah. Kalau bisa, setiap hari memberikan perhatian dan komunikasi yang baik terhadap anak-anak kita,” katanya.
Lebih lanjut, Bagus menilai perhatian sederhana yang dilakukan setiap hari, seperti menanyakan aktivitas anak, mendengarkan cerita mereka, hingga memberikan dukungan ketika menghadapi kesulitan, dapat memberikan dampak besar terhadap perkembangan mental dan emosional anak. Pola komunikasi yang sehat juga diyakini mampu mencegah anak memendam masalah yang berpotensi memengaruhi prestasi belajar maupun hubungan sosialnya.
Pemerintah Kota Balikpapan pun terus mendorong terbangunnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi yang sehat, berkarakter, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Melalui keterlibatan aktif ayah dan ibu, diharapkan setiap anak memiliki lingkungan keluarga yang mendukung proses belajar, perkembangan, serta pembentukan kepribadian secara optimal.
(adv/diskominfo balikpapan)




