Pembenahan Infrastruktur Air Bersih Terus Dipercepat Demi Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat melalui pembenahan infrastruktur distribusi dan peningkatan kapasitas pasokan air baku. Langkah tersebut dilakukan secara bertahap bersama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan air bersih yang lebih andal dan berkelanjutan.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan pembaruan jaringan pipa menjadi salah satu prioritas pemerintah setelah beberapa kejadian kebocoran pipa dalam beberapa pekan terakhir sempat mengganggu distribusi air ke sejumlah wilayah. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat yang bergantung pada layanan air bersih setiap hari.
“Beberapa minggu terakhir memang terjadi kebocoran pipa di beberapa wilayah. Karena itu, kami tetap memprogramkan perbaikan jaringan pipa yang ada,” kata Bagus.
Menurutnya, sebagian besar jaringan pipa distribusi air di Kota Balikpapan telah dibangun sejak dekade 1980-an. Dengan usia infrastruktur yang kini mendekati empat dekade, potensi kerusakan maupun kebocoran menjadi semakin tinggi sehingga membutuhkan program peremajaan secara bertahap agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.
Selain melakukan penggantian jaringan pipa yang telah berusia tua, Pemerintah Kota Balikpapan bersama PTMB juga terus memperkuat ketersediaan air baku. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengerukan Waduk Manggar untuk meningkatkan kapasitas tampungan air, serta mengoptimalkan fungsi kolam retensi di sejumlah kawasan perumahan sebagai sumber tambahan pasokan air.
“Upaya tersebut cukup signifikan untuk menambah volume air baku. Karena itu, ada tambahan debit sekitar 50 liter per detik yang diarahkan untuk meningkatkan pelayanan di Balikpapan Barat,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Peningkatan kapasitas pasokan tersebut diharapkan mampu memperbaiki kontinuitas distribusi air bersih, terutama bagi wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan tekanan maupun pasokan air pada jam-jam tertentu. Pemerintah juga terus melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi agar suplai air dapat menjangkau lebih banyak pelanggan secara merata.
Di sisi lain, PTMB menargetkan penambahan sekitar 12 ribu sambungan rumah (SR) baru sepanjang tahun ini. Penambahan pelanggan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan jaringan pipa induk maupun jaringan distribusi di setiap wilayah. Langkah tersebut bertujuan agar perluasan layanan tidak mengurangi kualitas pelayanan bagi pelanggan yang telah lebih dulu terlayani.
Bagus menegaskan, pengembangan layanan air bersih merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur dasar yang menjadi prioritas Pemerintah Kota Balikpapan. Selain pembenahan jaringan yang ada, pemerintah juga tengah menyiapkan kajian investasi jangka panjang guna memperkuat sistem penyediaan air bersih sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan permukiman di Balikpapan.
“Kami lakukan secara bertahap. Untuk investasi yang lebih besar, saat ini juga sedang dalam tahap kajian,” pungkasnya.
(adv/diskominfo balikpapan)




