Kolaborasi KPB dan Kodam VI/Mulawarman Kian Solid, Kawal Pembangunan Kilang Balikpapan sebagai Obyek Vital Nasional

Balikpapan – Pengamanan proyek energi berskala besar tidak bisa dikerjakan satu pihak saja. Kesadaran itulah yang memperkuat hubungan kerja antara PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) dan Kodam VI/Mulawarman. Momentum tersebut kembali terlihat saat Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, menyambangi kawasan Proyek RDMP Balikpapan untuk melihat progres terkini sekaligus memastikan kesiapan pengamanan wilayah.
Kunjungan yang berlangsung di New Site Office (NSO) PT KPB itu disertai dengan peninjauan beberapa titik proyek. Pangdam menyaksikan langsung bagaimana fasilitas baru kilang mulai memasuki tahap awal pengoperasian, sejalan dengan target pembangunan yang menempatkan Kilang Balikpapan sebagai salah satu kilang terbesar di Asia Tenggara.
“Saya sangat terkesan. Fasilitasnya luar biasa dan ini akan menjadi kebanggaan Indonesia,” kata Rudy setelah menerima paparan proyek. Ia juga menekankan bahwa keamanan kawasan menjadi bagian penting, sesuai mandat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 yang menempatkan TNI sebagai penjaga objek vital strategis.
Dalam diskusi bersama manajemen KPB, keduanya membahas berbagai langkah pengamanan yang selama ini diterapkan di area kilang—dari perlindungan fasilitas hingga keamanan pekerja. Stabilitas Balikpapan disebut sangat menentukan kelancaran penyediaan energi nasional.
“Pengamanan proyek ini menjadi perhatian Kodam. Kami ingin memastikan operasional kilang berjalan aman dan mendukung kemajuan ekonomi bangsa,” ujar Rudy.
PT KPB menyambut baik penguatan sinergi tersebut. VP Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, mengapresiasi komitmen Kodam VI/Mulawarman yang terus hadir dalam menjaga kawasan strategis ini.
“Kolaborasi keamanan seperti ini sangat penting, terutama di masa-masa krusial penyelesaian proyek RDMP. Kami terus berupaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan memastikan operasional kilang lebih andal,” jelas Asep.
Ia menegaskan bahwa keamanan wilayah bukan hanya penunjang, tetapi bagian integral dari keberhasilan proyek energi nasional. “Dengan dukungan Kodam, pondasi keamanan yang kami bangun semakin kuat,” tambahnya.
Kolaborasi yang kembali ditegaskan ini menunjukkan bahwa penguatan ketahanan energi nasional bertumpu pada kerja bersama—baik dari sisi pembangunan infrastruktur maupun penjagaan wilayah strategis yang menjadi tulang punggungnya.




