
BALIKPAPAN- Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, bersiap menghadirkan wajah baru pembangunan berbasis masyarakat melalui Program Kelurahan Madani. Program yang direncanakan mulai direalisasikan pada 2027 ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi warga, pengelolaan lingkungan, dan peningkatan layanan bagi anak.
Lurah Batu Ampar, Awan Darmawan, mengatakan pihaknya telah mengusulkan tiga program unggulan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), yakni pembangunan kawasan pasar malam, rumah budidaya maggot beserta ekosistemnya, serta penyediaan sarana bermain indoor dan outdoor di Posyandu.
“Program Kelurahan Madani ini merupakan arahan dari Bappeda agar setiap kelurahan mengembangkan potensi yang dimiliki. Kami melihat Batu Ampar memiliki peluang untuk menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya, pada hari Senin, 20 Juli 2026.
Pasar malam direncanakan dibangun di kawasan RT 10, tepatnya di sekitar Gedung Serbaguna. Lokasi tersebut dipilih karena dinilai strategis untuk menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM mengembangkan usahanya.
Sementara itu, program budidaya maggot akan memanfaatkan aset milik Pemerintah Kota Balikpapan yang selama ini belum difungsikan. Kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai pusat pengelolaan sampah organik sekaligus menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui budidaya maggot yang memiliki nilai jual.
Di sektor pelayanan sosial, Kelurahan Batu Ampar juga akan melengkapi Posyandu dengan fasilitas permainan indoor dan outdoor. Sarana tersebut akan ditempatkan di Posyandu yang telah memiliki bangunan permanen di sejumlah RT, sehingga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih ramah anak dan mendukung aktivitas pelayanan kesehatan ibu dan balita.
Awan menjelaskan, seluruh program masih berada pada tahap perencanaan dan akan direalisasikan apabila mendapat persetujuan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Bappeda. Pendanaan seluruh kegiatan berasal dari APBD melalui usulan anggaran kelurahan yang diajukan melalui kecamatan.
“Kalau disetujui, pelaksanaannya dimulai tahun depan. Karena ada pembangunan fisik, kami tidak bisa memastikan selesai di awal tahun. Target kami paling lambat seluruh pekerjaan rampung pada akhir tahun anggaran,” jelasnya.
Yang menjadi pembeda dari Program Kelurahan Madani adalah keterlibatan penuh masyarakat dalam pengelolaannya. Kelurahan akan membentuk kelompok warga yang bertanggung jawab mengelola setiap program, termasuk pasar malam dan rumah maggot.
Menurut Awan, sistem tersebut dirancang agar manfaat ekonomi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat. Retribusi dari pengelolaan pasar malam, misalnya, akan dikelola oleh kelompok warga sebagai modal untuk mengembangkan kegiatan secara berkelanjutan.
“Pengelolanya murni masyarakat. Harapannya, program ini tidak hanya selesai dibangun, tetapi juga terus berkembang karena dikelola dan dimiliki bersama oleh warga,” katanya.
Adanya Program Kelurahan Madani, Batu Ampar berharap mampu menjadi contoh pengembangan wilayah berbasis potensi lokal, di mana aset yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat diubah menjadi pusat aktivitas ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan pelayanan publik yang lebih berkualitas.(Adv)




