PAD Balikpapan Capai 40 Persen, PBB dan Pajak Restoran Jadi Andalan Kejar Target 2026

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan tetap optimistis target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 sebesar Rp1,3 triliun dapat tercapai meski sejumlah sektor usaha masih menghadapi perlambatan ekonomi. Hingga pertengahan tahun, realisasi PAD tercatat telah mencapai sekitar 40 persen dari target yang ditetapkan.
Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan, Idham, mengatakan capaian tersebut masih sesuai dengan proyeksi yang telah disusun pemerintah daerah. Dengan waktu yang masih tersisa hingga akhir tahun, berbagai strategi optimalisasi pendapatan terus dilakukan untuk menjaga tren penerimaan daerah.
“Realisasi PAD saat ini sudah mencapai sekitar 40 persen. Kami optimistis target yang telah ditetapkan dapat tercapai hingga akhir tahun,” kata Idham, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, optimisme tersebut didukung oleh sejumlah sektor yang hingga kini masih menunjukkan kinerja positif. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak restoran dan rumah makan menjadi sumber pendapatan yang diharapkan mampu menopang pencapaian target PAD pada semester kedua tahun ini.
Selain itu, pemerintah juga terus mengoptimalkan penerimaan dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan berbagai layanan administrasi kendaraan bermotor yang turut memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Meski demikian, beberapa sektor mengalami perlambatan akibat kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Salah satu sektor yang terdampak adalah perhotelan. Penurunan tingkat hunian kamar atau okupansi hotel menyebabkan penerimaan pajak hotel mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
“Beberapa hotel mengalami penurunan tingkat hunian sehingga berdampak pada penerimaan pajak hotel,” ujarnya.
Perlambatan juga terjadi pada penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Menurunnya aktivitas transaksi jual beli tanah dan bangunan selama semester pertama tahun 2026 membuat penerimaan dari sektor tersebut belum maksimal.
Di tengah tantangan tersebut, sektor usaha kuliner justru menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Aktivitas restoran, rumah makan, dan kafe masih relatif stabil sehingga tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menjaga optimisme pemerintah dalam mencapai target pendapatan daerah.
Untuk memperkuat penerimaan pada semester kedua, BPPDRD akan terus meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui pengawasan, sosialisasi, serta pemanfaatan layanan digital yang memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah.
Pemerintah Kota Balikpapan menilai keberhasilan mencapai target PAD sangat penting karena akan menjadi sumber pembiayaan berbagai program pembangunan, peningkatan layanan publik, serta program strategis yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dengan potensi penerimaan yang masih besar dari sektor PBB dan usaha kuliner, pemerintah berharap realisasi PAD dapat terus meningkat hingga akhir tahun.
“PBB dan pajak restoran masih menjadi sektor yang paling potensial untuk menopang pencapaian PAD hingga akhir tahun,” tutup Idham.
(***/Adv Diskominfo Balikpapan)




