ADV DISKOMINFO BPP 2026 Balikpapan

Balikpapan Perkuat Gerakan Lingkungan, Ajak Warga Ikut Menjaga Kota Tetap Hijau

BALIKPAPAN – Di tengah pertumbuhan pembangunan yang terus meningkat, Pemerintah Kota Balikpapan berupaya memastikan lingkungan tetap terjaga. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), berbagai langkah dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara perkembangan kota dan kelestarian alam.

Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sepuluh program prioritas yang difokuskan pada perlindungan lingkungan dan peningkatan kualitas ruang hidup masyarakat. Program tersebut dirancang agar pembangunan yang berlangsung tidak mengorbankan daya dukung lingkungan.

“Pembangunan tetap harus berjalan, tetapi kita juga harus memastikan lingkungan tetap terjaga. Keseimbangan ini yang terus kami upayakan,” ujar Sudirman, Selasa (3/3/2026).

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperbanyak dan memperbaiki ruang terbuka hijau di berbagai titik kota. DLH Balikpapan terus melakukan revitalisasi taman kota serta pengembangan hutan kota agar masyarakat memiliki lebih banyak ruang untuk beraktivitas sekaligus menikmati lingkungan yang asri.

Menurut Sudirman, ruang terbuka hijau tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga memiliki fungsi penting bagi kesehatan lingkungan. Keberadaan taman dan pepohonan membantu menyerap polusi udara sekaligus menjadi tempat berkumpul dan berinteraksi bagi masyarakat.

Selain itu, DLH juga melakukan penataan estetika kota, termasuk penambahan penerangan di sejumlah titik strategis agar ruang publik semakin nyaman dan aman bagi warga.

Di sektor pengelolaan sampah, pemerintah kota terus mendorong perubahan pola pengelolaan menjadi lebih terpadu. Salah satu langkah penting yang digalakkan adalah pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

“Ketika sampah sudah dipilah dari sumbernya, proses pengolahan menjadi jauh lebih mudah dan efisien. Ini juga membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir,” jelasnya, Selasa (3/3/2026).

DLH Balikpapan juga mengembangkan pemanfaatan gas metana yang dihasilkan dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar. Gas tersebut kini dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif bagi warga di sekitar kawasan TPA.

Saat ini, sekitar 380 sambungan rumah tangga telah memanfaatkan gas metana tersebut. Inovasi ini dinilai mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari gas yang sebelumnya terbuang.

Upaya lain yang terus dilakukan adalah pengendalian pencemaran udara dan air, serta rehabilitasi kawasan mangrove di wilayah pesisir Balikpapan. Hutan mangrove memiliki peran penting dalam melindungi garis pantai dari abrasi sekaligus membantu menyerap emisi karbon.

DLH juga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap pelanggaran yang berpotensi merusak lingkungan. Penegakan aturan dinilai penting agar upaya menjaga kelestarian alam dapat berjalan secara konsisten.

Di sisi lain, Sudirman menekankan bahwa keberhasilan menjaga lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Ia mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, lingkungan yang sehat bukan hanya kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi investasi bagi generasi mendatang agar Balikpapan tetap menjadi kota yang nyaman untuk ditinggali. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)