Balikpapan Kecamatan Tengah 2

Edukasi Jadi Fokus Razia Trantibum di Balikpapan Tengah




BALIKPAPAN — Pemerintah Kecamatan Balikpapan Tengah menegaskan bahwa kegiatan penegakan ketertiban umum bukan semata-mata bersifat represif, melainkan juga edukatif. Hal itu terlihat dalam kegiatan razia ketentraman dan ketertiban umum (Trantibum) yang digelar Rabu (12/11), dengan melibatkan berbagai unsur lintas instansi.

Razia dimulai dengan apel gabungan di halaman Kantor Kecamatan Balikpapan Tengah, dipimpin oleh Camat Ariefdah Aida Kuntjoro. Ia menekankan agar seluruh petugas di lapangan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.

“Kita ingin menciptakan lingkungan yang tertib tanpa harus menimbulkan keresahan. Edukasi dan komunikasi menjadi kunci,” ujarnya sebelum kegiatan dimulai.

Adapun dua wilayah menjadi sasaran utama, yakni Kelurahan Gunung Sari Ilir dan Kelurahan Karang Rejo—dua kawasan yang kerap menjadi titik padat aktivitas masyarakat dan lalu lintas.

Plt Kepala Seksi Ketentraman, Ketertiban, dan Lingkungan Hidup Kecamatan Balikpapan Tengah, Arifin, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat mengenai pedagang kaki lima (PKL) yang menggunakan fasilitas umum sebagai tempat berjualan.

“Fokus kami bukan hanya menertibkan, tapi juga memberi pemahaman kepada para pedagang agar tahu aturan dan bisa diarahkan ke lokasi yang lebih sesuai,” terang Arifin.

Hasil kegiatan mencatat, sebanyak 11 PKL di Kelurahan Gunung Sari Ilir dan 4 PKL di Kelurahan Karang Rejo ditemukan melanggar aturan. Mereka tidak hanya diberi teguran tertulis, tetapi juga dijadwalkan mengikuti pembinaan di Pemerintah Kota Balikpapan.

“Kami ingin mereka tetap bisa berusaha, tapi dengan cara yang tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum,” tambahnya.

Melalui kegiatan seperti ini, Kecamatan Balikpapan Tengah berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kenyamanan kota.

“Penegakan aturan akan berjalan lebih baik bila disertai pembinaan dan partisipasi warga,” tutup Arifin.
(Deb)