Balikpapan HEADLINE Pendidikan

Demi Ciptakan Pemimpin Masa Depan, Hetifah Ajak Guru di Kaltim Lebih Bersemangat Membangun Peradaban



BALIKPAPAN – Momen Hari Guru Nasional yang diperingati pada 25 November 2023, diharapkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, dapat menjadi momentum bagi tenaga pendidik di Kalimantan Timur, sebagai ujung tombak bagi pembangunan manusia yang unggul demi menyambut Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pesan ini disampaikan Hetifah saat bertemu dengan 750 guru di Balikpapan, dalam kegiatan Seminar Motivasi yang digelar oleh PGRI Kota Balikpapan di Ballroom Swisbell Hotel, Senin (20/11/2023). Kegiatan yang juga merupakan rangkaian dalam Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-78 itu, mengangkat tema “Guru Kota Balikpapan Songsong IKN 2024”.

Hetifah yang diundang dalam kegiatan tersebut sebagai salah satu narasumber kunci menjelaskan, bahwa guru memiliki peran vital dalam membangun peradaban bangsa dan negara ke depannya. Terutama IKN yang sudah menjadi mimpi bersama untuk menciptakan sebuah kota yang cerdas, sebagai representatif bangsa.

“IKN sebagai smart city, harus juga ditempati oleh smart peoples. Ini peran guru-guru di Balikpapan dan Kaltim untuk bisa menciptakan generasi muda yang cerdas, yang mampu memiliki daya saing global,” ucap satu-satunya perempuan dari delapan anggota DPR RI dari dapil Kaltim.

Para guru di seluruh Kaltim bahkan di penjuru Tanah Air diharapkan Hetifah dapat memanfaatkan teknologi dalam proses belajar dan mengajar. Sehingga terjadi kolaborasi dan terbangun sinergitas antara siswa dengan guru, dan institusi pendidikan, agar literasi digital dapat meningkat dengan pesat demi mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Dalam paparannya, Hetifah mengakui saat ini memang masih banyak persoalan terhadap guru-guru di Indonesia. Salah satunya yang paling banyak disuarakan adalah status guru honorer yang jumlahnya saat ini 52,2 persen dari total 3,3 juta guru. Sementara itu, di sisi lain kekurangan tenaga pengajar di Tanah Air pada 2024 diproyeksikan mencapai 1,31 juta guru.

Persoalan ini tentu menjadi perhatian bersama bagi Hetifah, terutama bagi para guru di Kaltim yang telah menjadi garda terdepan dalam pendidikan di Bumi Etam.

Untuk itu Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar ini mendorong agar distribusi penempatan guru lebih merata di berbagai daerah, mengimbangi rekrutmen jumlah guru dengan yang akan pensiun setiap tahunnya, pembukaan unit sekolah baru dan penambahan kelas berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik), terakhir adalah meningkatkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Untuk itu kita perlu memenuhi jumlah guru untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas. Tapi kita juga harus meningkatkan kualitas tenaga pendidik kita,” saran dia.

Perbaikan kondisi guru di Tanah Air ini ucap dia, sedang diperjuangkan HEtifah bersama koleganya di Komisi X DPR RI dan Kemendikbudristek melalui Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).

“Melalui RUU Sisdiknas kita berupaya agar guru yang belum bersertifikasi tetap mendapatkan penghasilan layak tanpa menunggu sertifikasi. Sehingga ada pemisahan pengaturan antara sertifikasi dengan penghasilan guru,” terang dia.

Selain itu, para guru ke depan diharapkan adalah lulusan dari pendidikan profesi guru (PPG). Lalu diharapkan adanya kesetaraan dalam tenaga pendidikan informal seperti pesantren yang juga masuk dalam kategori guru.

“Lalu para guru juga diharapkan menjunjung tinggi kode etik yang sedang disusun oleh organisasi profesi guru di bawah koordinasi kementerian dan ditetapkan oleh menteri,” jelas perempuan lulusan School of Politic and International Studies, Universitas Flinders, Australia.

Terakhir dia berharap, agar para tenaga pendidik tidak sekadar mengajar tapi juga menjadi contoh dalam pembentukan karakter generasi muda. Sehingga, melalui pendidikan yang diberikan akan tercipta pemimpin bangsa, terutama dari para guru di Kaltim.

“Hari ini, Ibu-Bapak guru memimpin murid di ruang-ruang kelas. Besok murid-murid Bapak-Ibu yang akan memimpin dunia. Inilah harapan hebatnya guru-guru di Kaltim untuk Indonesia,” tutup dia.