Jaga Predikat Kota Bersih, Pemkot Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Gotong Royong

BALIKPAPAN – Peringatan Hari Lingkungan Hidup di Kota Balikpapan dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Pemerintah Kota Balikpapan menilai keberhasilan mempertahankan predikat sebagai kota bersih tidak dapat dicapai hanya melalui peran pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan generasi muda.
Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan aksi bersih pantai yang melibatkan pelajar, komunitas peduli lingkungan, perusahaan, serta instansi pemerintah. Kegiatan ini menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong dalam menjaga kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi budaya yang terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, aksi bersih pantai yang rutin dilaksanakan menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat, khususnya kalangan muda, terus tumbuh.
“Ini bukan kegiatan yang pertama. Sudah berkali-kali anak-anak muda menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan melalui aksi bersih pantai. Meskipun pemerintah memiliki petugas yang bertanggung jawab menjaga kebersihan, namun lingkungan yang bersih hanya bisa terwujud jika seluruh masyarakat ikut terlibat,” ujarnya, Senin (22/6/26).
Keterlibatan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah, komunitas lingkungan, serta perusahaan, dinilai menjadi kekuatan utama dalam membangun gerakan kolektif menjaga kebersihan kota. Pemerintah berharap kesadaran tersebut tidak hanya muncul saat peringatan Hari Lingkungan Hidup, tetapi menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Bagus menjelaskan, Pemerintah Kota Balikpapan selama ini telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan, termasuk program pemilahan sampah dari sumbernya dan pembatasan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Namun keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.
Menurutnya, langkah sederhana seperti memilah sampah organik dan anorganik dari rumah dapat memberikan dampak besar terhadap pengurangan volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
“Kalau pemilahan sampah dilakukan sejak dari rumah, maka beban TPA bisa berkurang hingga 50 persen. Ini menjadi bagian dari upaya kita mendukung program pengurangan sampah yang sejalan dengan kebijakan nasional,” katanya.
Selain mendorong perubahan perilaku masyarakat, Pemkot Balikpapan juga terus mengembangkan berbagai solusi pengelolaan sampah, termasuk pemanfaatan sampah organik menjadi kompos maupun budidaya maggot. Pemerintah juga mendukung pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi sebagai solusi jangka panjang untuk kawasan Balikpapan Raya.
Bagus menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan investasi bagi masa depan kota. Lingkungan yang bersih dan sehat tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.
“Balikpapan selama ini dikenal sebagai kota bersih. Prestasi itu harus kita jaga bersama. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus membudayakan gotong royong, menjaga kebersihan lingkungan, dan memulai perubahan dari rumah masing-masing,” tutupnya.
(***/Adv Diskominfo Balikpapan)




