
BorneoFlash.com,BALIKPAPAN-Transformasi digital kini mulai menyentuh pemerintahan paling dekat dengan masyarakat. Kelurahan Gunung Samarinda Baru (GSB), Kecamatan Balikpapan Utara, tengah mengembangkan sistem digitalisasi kependudukan berbasis wilayah hingga tingkat RT.
Lurah Gunung Samarinda Baru, Yulita Kusuma Lestari, menjelaskan bahwa konsep kelurahan digital menjadi tema utama pengembangan layanan dan pengelolaan data di wilayahnya.
“Semua informasi kelurahan kami publikasikan melalui media digital, seperti website dan Instagram. Nantinya seluruh data bisa diakses masyarakat di sana,” ujarnya, pada hari Rabu, 25 Maret 2026.
Salah satu inovasi yang kini sudah berjalan adalah publikasi peta wilayah berbasis RT. Melalui website resmi kelurahan, masyarakat dapat melihat langsung pembagian wilayah secara detail, sehingga memudahkan akses informasi administratif.
Tak hanya itu, digitalisasi juga mulai diterapkan dalam sistem pelaporan kader PKK. Jika sebelumnya pencatatan dilakukan secara manual menggunakan kertas, kini beralih ke sistem berbasis Google Form.
“Pelaporan yang sebelumnya manual sekarang kami tindak lanjuti secara digital. Ini mempermudah kader dalam menginput data,” jelas Yulita.
Saat ini, proses digitalisasi masih difokuskan pada pendataan, khususnya yang berkaitan dengan indikator penilaian PKK. Para kader melakukan penginputan data penduduk dan berbagai variabel lainnya, yang kemudian akan diolah bersama pihak kelurahan.
Kolaborasi ini menjadi kunci utama. Kader PKK bertugas mengumpulkan data di lapangan, sementara pihak kelurahan membantu dalam pengolahan dan penyajian data, agar dapat ditampilkan secara informatif di platform digital.
“Jadi bukan hanya PKK atau kelurahan saja, tapi kami saling bersinergi. Data dikumpulkan oleh kader, lalu kami bantu olah dan tampilkan di website,” tambahnya.
Ke depan, digitalisasi juga diarahkan untuk menjangkau layanan masyarakat secara langsung. Namun, implementasinya masih menunggu proses dan perizinan, termasuk dari instansi terkait seperti Dinas Komunikasi dan Informatika.
Yulita menilai langkah ini penting mengingat karakteristik warga GSB yang sebagian besar tinggal di kawasan perumahan dengan mobilitas tinggi.
“Banyak warga yang tidak selalu ada di rumah, jadi sistem digital ini akan sangat membantu dalam pelaporan dan pelayanan,” katanya.
Lebih jauh, pengembangan data digital ini diharapkan dapat mendukung program “Satu Data Kota Balikpapan” serta menjadi kelanjutan dari predikat GSB sebagai kelurahan berbasis statistik (Desa Cinta Statistik).
Sistem yang terus dikembangkan, data yang terkumpul tidak hanya menjadi arsip, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
“Harapannya ini tidak berhenti di sini. Data yang ada bisa digunakan untuk mendukung perencanaan pembangunan ke depan,” tutup Yulita.(*/Adv)




