ADV DISKOMINFO BPP 2026 Balikpapan HEADLINE

BPBD Balikpapan Alihkan Kesiagaan ke Banjir dan Longsor, Karhutla Capai 138 Kejadian



BALIKPAPAN – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Balikpapan mulai menunjukkan penurunan. Namun, pemerintah daerah kini mulai mengalihkan perhatian terhadap potensi bencana lain, terutama banjir dan tanah longsor seiring perubahan kondisi cuaca memasuki musim penghujan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mencatat sebanyak 138 kejadian karhutla dengan total luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 98,2 hektare.

Kecamatan Balikpapan Timur menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 55 kasus. Disusul Balikpapan Selatan sebanyak 33 kejadian dan Balikpapan Utara sebanyak 29 kejadian.

Sementara Balikpapan Tengah mencatat 11 kejadian, Balikpapan Barat sembilan kejadian, dan Balikpapan Kota satu kejadian.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan frekuensi kebakaran lahan belakangan mulai berkurang dibandingkan periode sebelumnya.

Jika sebelumnya petugas bisa menangani tiga hingga empat kejadian kebakaran dalam sehari, kini jumlahnya turun menjadi sekitar satu hingga dua kejadian.

“Kalau sebelumnya dalam sehari bisa tiga sampai empat kejadian, sekarang sekitar satu sampai dua kejadian,” ujarnya, Senin (2/11/2026).

Meski demikian, BPBD belum mengurangi kesiapsiagaan. Pasalnya, kondisi lahan yang masih relatif kering tetap berpotensi memicu kebakaran, terutama apabila masyarakat melakukan pembakaran terbuka.

Di tengah penurunan karhutla, BPBD mulai memperkuat antisipasi terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Langkah ini dilakukan menyusul koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang di wilayah Balikpapan.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena hujan berkepanjangan dapat memicu genangan hingga banjir sesaat. Selain itu, kawasan dengan tingkat kerawanan pergerakan tanah juga berpotensi mengalami longsor.

Masyarakat Diminta Periksa Drainase

Menghadapi perubahan ancaman bencana tersebut, BPBD mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan masing-masing.

Warga yang tinggal di kawasan rawan banjir diminta memperhatikan kondisi saluran drainase dan memastikan tidak ada sampah yang menghambat aliran air. Sementara masyarakat yang bermukim di kawasan perbukitan perlu mencermati kondisi tanah, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu lama.

BPBD juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. Apabila menemukan titik api, warga diminta segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditangani sebelum api meluas.

Selain ancaman kebakaran dan banjir, ketersediaan air bersih juga masih menjadi perhatian pemerintah. Masyarakat diharapkan menggunakan air secara bijak apabila kondisi kering masih berlangsung dan curah hujan belum mencukupi kebutuhan.

Dengan catatan 138 kejadian karhutla dan luas lahan terdampak mencapai 98,2 hektare, penurunan frekuensi kebakaran menjadi perkembangan positif. Namun, BPBD menilai kesiapsiagaan lintas ancaman tetap diperlukan agar masyarakat tidak lengah menghadapi perubahan cuaca.

Pemerintah berharap langkah antisipasi sejak dini dapat meminimalkan dampak bencana, baik kebakaran lahan maupun banjir dan longsor yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Balikpapan.

(adv / diskominfo balikpapan)