ADV DISKOMINFO BPP 2026 Balikpapan

Koperasi Merah Putih Balikpapan Mulai Perkuat Ekonomi Masyarakat Kelurahan

BALIKPAPAN – Aktivitas Koperasi Merah Putih di Kota Balikpapan mulai berjalan di seluruh 34 kelurahan. Pemerintah Kota Balikpapan memastikan kegiatan kelembagaan dan usaha koperasi tetap berlangsung meskipun sebagian koperasi masih menggunakan fasilitas sementara sebelum memiliki gedung sendiri.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan operasional Koperasi Merah Putih tidak harus menunggu pembangunan gedung selesai. Menurutnya, keberadaan kepengurusan dan kegiatan usaha menjadi indikator utama bahwa koperasi telah berjalan.

“Ada yang menggunakan rumah pengurus, ada juga yang memanfaatkan kantor kelurahan. Yang jelas, 34 kelurahan sudah berjalan,” ujar Bagus, Kamis (6/8/2026).

Menurut Bagus, sebagian besar koperasi telah mulai menjalankan aktivitas sejak tahun sebelumnya. Selama periode tersebut, pengurus tidak hanya menjalankan fungsi organisasi, tetapi juga mulai melakukan perekrutan anggota dan mengembangkan berbagai peluang usaha yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ia menilai keberadaan koperasi di tingkat kelurahan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi secara bersama-sama. Koperasi diharapkan mampu menghimpun potensi warga sekaligus menciptakan aktivitas usaha yang memberikan manfaat bagi anggota.

Bagus juga meminta masyarakat memahami bahwa pembangunan gedung dan pengoperasian koperasi merupakan dua proses yang berbeda. Pembangunan fasilitas fisik dilakukan secara bertahap, sementara kelembagaan dan aktivitas usaha tetap dapat berjalan.

“Jangan sampai salah mengartikan apa yang dilakukan pemerintah pusat. Pembangunan koperasi memang terus berjalan, tetapi pengurusnya juga sudah aktif beroperasi dan menjalankan usahanya,” katanya.

Menurutnya, aktivitas yang telah berjalan di seluruh kelurahan menunjukkan bahwa program Koperasi Merah Putih mulai berkembang sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat. Koperasi diharapkan tidak sekadar menjadi organisasi formal, tetapi mampu berkembang menjadi wadah usaha bersama yang dikelola secara profesional.

Salah satu indikator aktivitas koperasi terlihat dari capaian Sisa Hasil Usaha (SHU). Salah satu Koperasi Merah Putih di Balikpapan bahkan telah membukukan SHU sebesar Rp326 ribu pada tahun buku 2025.

Meskipun nominal tersebut masih relatif kecil, capaian itu menunjukkan adanya kegiatan usaha yang telah berjalan dan menghasilkan keuntungan. Pemerintah berharap capaian tersebut dapat menjadi awal bagi koperasi untuk terus meningkatkan skala usahanya.

Pengembangan koperasi ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan pengurus dalam meningkatkan jumlah anggota, mengelola usaha secara transparan, serta membaca peluang ekonomi di masing-masing kelurahan. Keterlibatan masyarakat sebagai anggota juga dinilai penting agar koperasi memiliki basis usaha yang kuat.

Selain penguatan kelembagaan, keberadaan gedung yang lebih representatif nantinya diharapkan dapat mendukung aktivitas koperasi. Fasilitas yang memadai dapat memberikan ruang bagi pengurus untuk mengembangkan kegiatan pelayanan dan usaha kepada anggota.

Pemerintah Kota Balikpapan optimistis seluruh Koperasi Merah Putih dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat. Dengan dukungan anggota, pengurus, pemerintah kelurahan, serta fasilitas yang semakin memadai, koperasi diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.

(adv/diskominfo balikpapan)