ADV DISKOMINFO BPP 2026 Balikpapan

Kolaborasi dengan Distributor Diperkuat untuk Menjaga Stabilitas Harga Bahan Pokok

Balikpapan– Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) terus memperkuat koordinasi dengan distributor dan berbagai pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan ketersediaan pasokan sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Sejumlah komoditas pangan seperti beras, bawang, dan cabai tercatat mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari meningkatnya kebutuhan masyarakat, kenaikan harga di tingkat produsen, hingga bertambahnya biaya distribusi dari daerah pemasok menuju Kota Balikpapan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan harga di lapangan serta melakukan komunikasi intensif dengan para distributor agar kenaikan harga tetap berada dalam batas yang wajar.

“Komoditas yang mengalami kenaikan antara lain beras, bawang, dan cabai. Komoditas tersebut cukup dominan memengaruhi harga karena permintaannya tinggi,” kata Haemusri, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, perhatian utama saat ini tertuju pada komoditas beras yang mengalami kenaikan harga sekitar 12 persen. Untuk mengendalikan kondisi tersebut, Disdag terus berkoordinasi dengan distributor agar tetap mengacu pada ketentuan pemerintah mengenai batas maksimal harga jual, yakni tidak melebihi 5 persen dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Dengan demikian, dampak kenaikan harga yang dirasakan masyarakat dapat diminimalkan.

Haemusri menjelaskan, kenaikan harga beras dipengaruhi oleh meningkatnya harga gabah di tingkat petani serta naiknya biaya operasional distribusi. Biaya logistik, termasuk ongkos transportasi dan bahan bakar, menjadi salah satu faktor yang turut mendorong kenaikan harga hingga ke tingkat konsumen.

Sebagai kota yang sebagian besar kebutuhan pangannya dipasok dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa dan Sulawesi, Balikpapan memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas harga. Oleh karena itu, kelancaran distribusi menjadi aspek penting yang terus dijaga melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha.

“Sebagian besar kebutuhan pangan Balikpapan berasal dari Jawa dan Sulawesi. Karena itu, pemerintah terus menjaga ketersediaan pasokan sekaligus berkomunikasi dengan distributor agar distribusi komoditas tetap lancar,” ujarnya.

Selain menjaga kelancaran distribusi, Pemerintah Kota Balikpapan juga secara rutin menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari distributor, pelaku usaha, badan usaha milik negara (BUMN), hingga organisasi kemasyarakatan sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Disdag juga menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam mendukung pelaksanaan pasar murah, baik melalui bantuan pembiayaan maupun subsidi harga. Salah satu bentuk dukungan yang disiapkan adalah subsidi sebesar Rp5 ribu untuk setiap pembelian beras kemasan 5 kilogram yang dijual seharga Rp77 ribu. Program tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli di tengah fluktuasi harga pangan.

Melalui sinergi antara pemerintah, distributor, dunia usaha, dan berbagai lembaga pendukung, Pemerintah Kota Balikpapan optimistis stabilitas harga bahan pokok dapat terus dijaga sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan ketahanan pangan daerah semakin kuat.

(adv/diskominfo balikpapan)