Wawali Tinjau Proyek Drainase MT Haryono, Tekankan Keselamatan Kerja dan Penyelesaian Tepat Waktu

BALIKPAPAN – Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, meninjau progres pembangunan drainase dan penataan kawasan pedestrian di Jalan MT Haryono. Dalam kunjungan tersebut, ia menekankan pentingnya percepatan pekerjaan yang tetap mengedepankan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), keamanan pengguna jalan, serta kualitas konstruksi agar proyek dapat diselesaikan sesuai target pada 31 Desember 2026.
Menurut Bagus, proyek tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Balikpapan dalam meningkatkan kapasitas sistem drainase sekaligus mempercantik kawasan perkotaan melalui pembangunan jalur pedestrian yang lebih nyaman dan aman bagi masyarakat.
“Progresnya saat ini baru sekitar 4 persen. Kami berharap pekerjaan bisa berjalan sesuai jadwal hingga selesai pada 31 Desember,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan, tahapan awal pekerjaan difokuskan pada pembangunan konstruksi saluran drainase permanen sebagai kelanjutan penanganan kawasan Jalan MT Haryono yang selama ini menjadi salah satu titik perhatian pemerintah dalam upaya pengendalian banjir. Pada proyek tersebut digunakan box culvert pracetak sehingga proses pemasangan dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus melakukan pengecoran di lokasi.
Selain meminta percepatan progres, Bagus mengingatkan kontraktor agar mengutamakan keselamatan masyarakat selama pekerjaan berlangsung. Mengingat proyek berada di kawasan dengan lalu lintas yang cukup padat, seluruh area kerja harus dilengkapi pagar proyek, seng pembatas, rambu peringatan, serta *police line* untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
Ia juga meminta kontraktor menjalin koordinasi dengan kepolisian maupun instansi terkait guna membantu pengamanan dan pengaturan lalu lintas, terutama ketika pekerjaan dilakukan pada malam hari.
“Pagi hari sebelum aktivitas masyarakat dimulai, bekas pekerjaan harus dibersihkan agar jalan tidak kotor akibat alat berat maupun material proyek,” katanya.
Menurut Bagus, kebersihan lokasi proyek menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan pengguna jalan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat material yang tercecer di badan jalan.
Ia juga mengingatkan penggunaan alat berat jenis *crawler* harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak permukaan aspal di sekitar lokasi pekerjaan. Sementara itu, konsultan pengawas diminta memastikan seluruh tahapan pembangunan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, standar mutu, dan jadwal yang telah ditetapkan.
Di lokasi tersebut terdapat dua paket pekerjaan yang dikerjakan oleh kontraktor berbeda. Paket pertama mencakup pembangunan saluran drainase, sedangkan paket kedua meliputi pembangunan kanstin, jalur pedestrian, pemasangan lampu penerangan jalan, serta penyelesaian akhir kawasan.
Nilai anggaran pembangunan drainase mencapai sekitar Rp20 miliar, sedangkan paket penataan pedestrian beserta fasilitas pendukung bernilai sekitar Rp13 miliar. Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan saluran drainase sepanjang kurang lebih 500 meter, penyambungan saluran sekitar 120 meter, serta pembangunan pedestrian dan fasilitas penerangan jalan.
Selain memperhatikan keselamatan masyarakat, Bagus juga menegaskan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi seluruh pekerja proyek. Ia meminta setiap pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti helm proyek, rompi reflektif, dan sepatu keselamatan selama berada di area pekerjaan.
“Lebih baik mencegah daripada nanti terjadi kecelakaan yang justru menimbulkan kerugian lebih besar. Keselamatan pekerja harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Melalui pengawasan yang dilakukan secara berkala, Pemerintah Kota Balikpapan berharap proyek pembangunan drainase dan penataan pedestrian di Jalan MT Haryono dapat selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas drainase, mengurangi potensi genangan saat musim hujan, sekaligus menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman dan aman bagi masyarakat.
**(adv/diskominfo balikpapan)**




