ADV DISKOMINFO BPP 2026 Balikpapan HEADLINE

 Stok Beras Balikpapan Aman hingga Akhir 2026, Pemkot Minta Warga Tak Lakukan Panic Buying

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat tetap aman meski harga beras di sejumlah daerah masih mengalami kenaikan. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara saat ini mencapai sekitar 22.300 ton, jumlah yang dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2026.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan beras. Menurutnya, pemerintah bersama Perum Bulog terus melakukan pemantauan distribusi dan menjaga stabilitas pasokan agar tidak terjadi kelangkaan di tingkat konsumen.

“Stok beras pemerintah yang tersedia saat ini sangat mencukupi. Masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan dipastikan aman hingga akhir tahun,” ujar Haemusri, Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan harga beras yang terjadi belakangan ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal, seperti meningkatnya biaya distribusi, biaya logistik, serta dinamika pasar beras nasional. Kondisi tersebut, kata dia, tidak berkaitan dengan ketersediaan stok beras yang saat ini tersimpan di gudang Bulog.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat koordinasi dengan Bulog, distributor, dan pelaku usaha. Sinergi tersebut dilakukan guna memastikan distribusi beras berjalan lancar, sekaligus mengantisipasi potensi gejolak harga yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipatif melalui pelaksanaan operasi pasar apabila diperlukan. Kebijakan tersebut menjadi salah satu instrumen stabilisasi pangan yang bertujuan menjaga keterjangkauan harga beras sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang wajar.

“Kami terus memantau perkembangan harga setiap hari. Jika ditemukan kenaikan yang tidak wajar, pemerintah akan mengambil langkah cepat melalui berbagai program stabilisasi pangan,” katanya.

Haemusri mengimbau masyarakat untuk tetap berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan. Menurutnya, perilaku panic buying justru berpotensi mengganggu kelancaran distribusi serta memicu kenaikan harga di tingkat pasar.

Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan stabilitas harga melalui pengawasan rutin, koordinasi lintas instansi, serta kesiapan menjalankan berbagai program intervensi apabila kondisi pasar memerlukan penanganan.

Dengan dukungan Cadangan Beras Pemerintah yang memadai dan koordinasi yang terus diperkuat antara pemerintah daerah, Bulog, distributor, serta pelaku usaha, Pemerintah Kota Balikpapan optimistis kebutuhan pangan masyarakat akan tetap terpenuhi hingga penghujung tahun 2026. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga beras di tengah dinamika pasar nasional.

(ADV/DISKOMINFO BALIKPAPAN)