
BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) kembali menyiapkan kegiatan Job Fair 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang di BSCC Domeapan, Adamin Siregar, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan berbagai perusahaan agar jumlah lowongan kerja yang tersedia lebih banyak. “Job fair rencananya akan dilaksanakan di Dome Balikpapan pada Juli. Saat ini kami sedang koordinasi dengan perusahaan agar dapat menyediakan lebih banyak lowongan kerja bagi pencari kerja,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Adamin mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti job fair agar terlebih dahulu mengurus kartu pencari kerja (AK-1) di Disnaker, guna memastikan data mereka tercatat resmi dalam sistem ketenagakerjaan. Ia menambahkan, meski kegiatan Job Fair biasanya dapat dilaksanakan dua kali setahun, pada 2026 hanya direncanakan satu kali pelaksanaan.
Disnaker Balikpapan juga rutin menyampaikan informasi lowongan pekerjaan melalui media sosial resmi mereka, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu job fair untuk memperoleh peluang kerja.
Berdasarkan data Disnaker, jumlah angkatan kerja di Balikpapan pada 2025 mencapai 362.815 orang, dengan tingkat pengangguran terbuka menurun dari 6,22 persen menjadi 5,94 persen atau sekitar 22.351 orang. Jumlah pencari kerja tercatat 5.931 orang, sementara lowongan yang tersedia mencapai 4.762 posisi. Dari jumlah tersebut, 2.215 orang berhasil terserap.
Adamin menjelaskan kendala penyerapan tenaga kerja antara lain ketidaksesuaian minat pencari kerja dengan jenis pekerjaan yang tersedia, pengalaman kerja, sertifikasi keterampilan, dan tingkat pendidikan. Contohnya, lowongan di bidang tenaga kesehatan biasanya mensyaratkan minimal lulusan diploma, sementara sebagian pelamar hanya berlatar SMK.
Saat ini terdapat sekitar 6.789 perusahaan di Balikpapan, namun Disnaker lebih memfokuskan pada sektor formal untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Dalam satu kali pelaksanaan job fair, jumlah lowongan dapat mencapai sekitar 1.200 posisi.
“Lowongan sebenarnya cukup banyak, tetapi yang terpenting adalah kesesuaian antara kebutuhan perusahaan dengan kompetensi, minat, serta kualifikasi pendidikan pencari kerja,” pungkas Adamin.
(***/Adv Diskominfo Balikpapan)




