ADV DISKOMINFO BPP 2026 Balikpapan

Selama Ramadan, Pemkot Balikpapan Perkuat Penanganan Warga Terlantar di Ruang Publik

BALIKPAPAN — Selama bulan Ramadan, Pemerintah Kota Balikpapan meningkatkan perhatian terhadap warga terlantar dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang berada di berbagai sudut kota. Langkah ini dilakukan untuk memastikan mereka mendapatkan penanganan yang layak sekaligus menjaga ketertiban di ruang-ruang publik.

Upaya tersebut dilakukan melalui patroli rutin yang melibatkan Dinas Sosial bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Petugas menyisir sejumlah lokasi yang kerap menjadi titik ditemukannya warga yang membutuhkan bantuan, seperti area rumah sakit, terminal, fasilitas umum, hingga taman kota.

Kepala Dinas Sosial Balikpapan, Edy Gunawan, mengatakan patroli dilakukan secara berkala agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika ditemukan warga dalam kondisi terlantar.

“Jika petugas menemukan warga yang membutuhkan bantuan di lapangan, biasanya Satpol PP melakukan penanganan awal. Setelah itu, mereka diserahkan kepada Dinas Sosial untuk didata dan dilakukan asesmen lebih lanjut,” ujar Edy, Jumat (6/3/2026).

Setelah melalui proses pendataan, warga yang ditemukan akan ditempatkan sementara di fasilitas penanganan milik pemerintah. Di tempat tersebut, petugas akan melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi kesehatan, latar belakang, serta asal daerah mereka.

Hasil asesmen ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan berikutnya. Jika diketahui berasal dari luar Balikpapan, Dinas Sosial akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal untuk membantu proses pemulangan.

“Sebagian besar yang kami temukan memang berasal dari luar daerah. Setelah proses pendataan dan koordinasi, jika memungkinkan akan kami fasilitasi untuk kembali ke daerah asal,” jelasnya.

Menurut Edy, Balikpapan sebagai kota yang berkembang pesat dan menjadi salah satu penyangga Ibu Kota Nusantara memiliki mobilitas penduduk yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat kota tersebut menjadi tujuan banyak orang dari berbagai daerah di Indonesia untuk mencari peluang hidup.

“Balikpapan ini seperti miniatur Indonesia. Warga yang kami temui berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, hingga wilayah lainnya,” katanya.

Meski demikian, Dinas Sosial mencatat jumlah warga terlantar yang ditemukan selama Ramadan tahun ini relatif stabil dan tidak mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dinilai tidak lepas dari rutinnya patroli serta koordinasi yang semakin baik antarinstansi.

Selain melakukan patroli, pemerintah kota juga mengoperasikan posko pemantauan yang berfungsi sebagai pusat koordinasi penanganan berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Melalui posko tersebut, warga juga dapat melaporkan jika menemukan gelandangan, orang terlantar, atau masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial. Setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.

Edy menegaskan bahwa penanganan masalah sosial tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar warga yang membutuhkan pertolongan dapat segera mendapatkan bantuan.

“Jika masyarakat melihat ada warga yang membutuhkan bantuan atau dalam kondisi terlantar, kami berharap bisa segera melaporkannya agar dapat segera ditangani,” pungkasnya. (***/Adv Diskominfo Balikpapan)