KORPRI Balikpapan Salurkan Bantuan Pangan untuk 100 Keluarga Berisiko Stunting

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat upaya pencegahan stunting melalui peningkatan ketahanan pangan keluarga. Salah satunya dilakukan dengan menyalurkan bantuan pangan dan bibit tanaman kepada masyarakat dalam kegiatan KORPRI Peduli Stunting, rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI).
Dalam kegiatan tersebut, KORPRI menyalurkan bantuan cadangan pangan pemerintah daerah berupa beras, minyak goreng, dan ikan lele kepada 100 keluarga berisiko stunting. Selain itu, sebanyak 1.900 bibit tanaman hortikultura dibagikan kepada 19 Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB), masing-masing 100 bibit, disertai 190 karung kompos.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Agus Budi, mengatakan keterlibatan KORPRI dalam percepatan penurunan stunting merupakan bentuk pengabdian aparatur sipil negara (ASN) yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga dipengaruhi ketahanan pangan, pola konsumsi, dan kecukupan gizi keluarga.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, kerentanan konsumsi pangan di Balikpapan meningkat menjadi 8,24 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena keterbatasan akses terhadap pangan yang cukup dan bergizi dapat memengaruhi kesehatan keluarga, terutama ibu dan anak.
“Stunting bukan sekadar urusan medis di hilir, melainkan sangat berkaitan dengan ketidakcukupan konsumsi pangan dan faktor hulu keamanan pangan. Karena itu, penanganannya membutuhkan kerja bersama dan intervensi yang terintegrasi,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).
Agus menjelaskan, Pemkot Balikpapan telah memperkuat upaya pencegahan melalui Peraturan Wali Kota Nomor 12 Tahun 2025 tentang Pedoman Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting.
Pemerintah juga telah menyalurkan lebih dari 28 ton beras kualitas premium melalui Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), disertai bantuan protein hewani bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui program tersebut, bantuan pangan dan bibit tanaman diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga mendorong kemandirian keluarga dalam menyediakan bahan pangan bergizi. Pemanfaatan pekarangan dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Intervensi juga menyasar kelompok rentan, terutama ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK) serta anak bawah dua tahun (baduta) dengan kondisi gizi kurang, khususnya di wilayah prioritas.
Selain pemenuhan gizi, Agus menekankan pentingnya pengawasan keamanan pangan, termasuk makanan dan jajanan di lingkungan sekolah. Makanan yang dikonsumsi anak harus memenuhi standar kebersihan dan keamanan agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan.
Ia mengapresiasi KORPRI Balikpapan yang menjadikan peringatan HUT ke-55 sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial. Melalui kolaborasi pemerintah daerah, KORPRI, PKK, dan masyarakat, ketahanan pangan keluarga diharapkan menjadi salah satu fondasi percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan di Balikpapan.
(adv diskominfo balikpapan)




