Pekan Budaya Borneo 2026 Digelar di Balikpapan, Libatkan Maestro hingga Komunitas Seni

BALIKPAPAN – Upaya melestarikan kesenian dan tradisi daerah kembali mendapat ruang melalui penyelenggaraan Pekan Budaya Borneo 2026 di Kota Balikpapan. Kegiatan yang berlangsung pada 5–8 November 2026 ini menghadirkan maestro seni, komunitas budaya, seniman, hingga generasi muda untuk memperkuat pelestarian warisan budaya Kalimantan.
Berpusat di Balikpapan Creative Center (Gedung Parkir Balikpapan), kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pelaku seni untuk menampilkan karya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.
Penyelenggaraan festival ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong regenerasi pelaku seni dan budaya. Pasalnya, keberlangsungan tradisi tidak hanya bergantung pada penyelenggaraan pertunjukan, tetapi juga pada kemampuan generasi berikutnya untuk mempelajari dan meneruskan kesenian yang diwariskan para pendahulu.
Salah satu agenda utama yang dihadirkan adalah Jejak Maestro: Merawat Simpul Para Penjaga Tradisi bersama maestro tari Didik Nini Thowok. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal lebih dekat perjalanan dan dedikasi para seniman dalam menjaga kesenian tradisional.
Melalui pertemuan tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal bentuk pertunjukan, tetapi juga memahami nilai, sejarah, serta filosofi yang terkandung dalam setiap tradisi.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, turut menjadi salah satu narasumber dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Adapun sejumlah agenda yang disiapkan meliputi Kalimantan Culture Carnival, Panggung Penjaga Tradisi, Tari Ronggeng Massal, Balikpapan Art Fair 2026, serta Jejak Maestro bersama Didik Nini Thowok.
Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya memberikan ruang ekspresi bagi seniman, tetapi juga mempertemukan komunitas budaya dengan pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat umum.
Selain pelestarian budaya, Pekan Budaya Borneo juga diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah. Kehadiran berbagai pertunjukan dan aktivitas seni berpotensi meningkatkan daya tarik Balikpapan sebagai salah satu kota tujuan wisata di Kalimantan Timur.
Kegiatan ini sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha kreatif untuk memperkenalkan produk dan karya mereka kepada pengunjung.
Di sisi lain, keberlanjutan pelestarian budaya tetap membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Komunitas seni, pemerintah, pelaku budaya, serta lembaga pendidikan memiliki peran dalam memperluas ruang pembelajaran dan memperkenalkan tradisi kepada generasi muda.
Melalui Pekan Budaya Borneo 2026, Balikpapan diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyelenggaraan pertunjukan seni, tetapi juga ruang tumbuh bagi kreativitas dan regenerasi pelaku budaya. Dengan demikian, kekayaan tradisi Kalimantan dapat terus dikenal, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang. (Adv diskominfo balikpapan)




