ADV DISKOMINFO BPP 2026 Balikpapan

Dinkes Balikpapan Imbau Warga Waspadai ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla, Bagikan Ribuan Masker

Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan yang marak terjadi di sejumlah wilayah Pulau Kalimantan. Fenomena asap karhutla tersebut dilaporkan mulai memengaruhi kualitas udara daerah, sehingga berdampak langsung pada meningkatnya risiko penyakit infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

Ketua Tim Kerja Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Balikpapan dr. Agus Iriansyah mengingatkan agar masyarakat mulai membatasi intensitas aktivitas di luar ruangan selama ancaman kabut asap masih berlangsung. Langkah antisipasi ini dinilai penting untuk mencegah paparan partikel polutan yang dapat mengganggu sistem pernapasan warga.

“Ini memicu peningkatan infeksi saluran pernapasan akut dan beberapa masalah pernapasan lainnya,” ujar dr. Agus Iriansyah, Senin (14/9/2026).

Menurut penjelasannya, paparan asap karhutla tak hanya memicu penurunan mutu udara secara menyeluruh, tetapi juga menghadirkan risiko tinggi bagi warga yang kerap beraktivitas di luar rumah, terutama pada waktu pagi dan sore hari saat kerapatan asap cenderung lebih pekat.

Sebagai langkah nyata pencegahan di lapangan, Dinkes Kota Balikpapan berkolaborasi dengan Yayasan Jantung Indonesia, Pemerintah Kota Balikpapan, serta pihak sponsor HDI telah menyalurkan bantuan lebih dari 2.000 masker secara gratis kepada warga. Pembagian masker ini difokuskan untuk menekan dampak buruk paparan kabut asap saat masyarakat terpaksa harus keluar rumah.

“Kurangi keluar ruangan bila tidak perlu. Menggunakan masker bila pagi dan sore hari karena berkegiatan di luar ada risikonya pada saat masih terjadi kebakaran hutan,” lanjutnya.

Pihak dinas mengingatkan bahwa penanganan karhutla di kawasan regional belum sepenuhnya usai, sehingga potensi penurunan kualitas udara masih tergolong tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit bawaan atau pernapasan kronis diminta ekstra berhati-hati dalam menjaga kondisi tubuh.

Selain itu, warga diimbau untuk tidak mengabaikan gejala-gejala klinis ringan seperti batuk, sesak napas, nyeri tenggorokan, maupun iritasi pada mata setelah berada di area berpolusi. Apabila keluhan fisik tersebut semakin berat atau tidak kunjung membaik, masyarakat diminta untuk segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan atau puskesmas terdekat demi mendapatkan penanganan medis secara tepat. Dinkes Balikpapan menegaskan pentingnya konsumsi makanan bergizi dan pemenuhan cairan tubuh untuk menjaga daya tahan fisik hingga kondisi kualitas udara kembali normal. (adv/Diskominfo Balikpapan)