ADV DISKOMINFO BPP 2026 Balikpapan

Kebaya Jadi Simbol Semangat Perempuan Indonesia Di HUT RI Ke-81

BALIKPAPAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Balikpapan untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus melestarikan budaya Indonesia melalui penggunaan kebaya.

Kegiatan PKK Berkebaya yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Kamis (20/8/2026), berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para kader PKK mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan.

Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Hj. Nurlena, mengatakan penggunaan kebaya dalam rangkaian peringatan kemerdekaan memiliki makna tersendiri. Menurutnya, kebaya merupakan bagian dari identitas budaya sekaligus menggambarkan karakter perempuan Indonesia yang anggun, santun, dan tetap memiliki kekuatan dalam menjalankan berbagai peran.

“Kebaya mencerminkan jati diri perempuan Indonesia. Saat mengenakannya, kita belajar tampil anggun, sopan, dan santun. Namun di balik kelembutan itu, perempuan Indonesia tetap teguh, kuat, dan penuh semangat dalam menjalankan perannya,” ungkap Nurlena saat kegiatan PKK Berkebaya, Kamis (20/8/2026).

Ia menilai pelestarian budaya perlu terus dilakukan dan dikenalkan kepada masyarakat, termasuk melalui kegiatan organisasi kemasyarakatan seperti PKK. Penggunaan kebaya diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya nasional.

Selain mengangkat budaya melalui busana, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi kader PKK untuk memperkuat solidaritas. Berbagai lomba digelar, di antaranya lomba Melodi Perjuangan, Pesona Rimpang Nusantara, Inovasi Produk Perca, PKK Membalut Perjuangan, serta Busana Kebaya Merdeka.

Nurlena mengatakan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menguatkan peran PKK di tengah masyarakat. Menurutnya, PKK merupakan mitra pemerintah yang berperan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.

“PKK sangat bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Kita adalah mitra pemerintah sekaligus ujung tombak yang langsung hadir di tengah masyarakat. Melalui 10 Program Pokok PKK, kita ikut mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan yang berdampak nyata bagi keluarga Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai capaian yang diraih TP PKK merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kerja keras, kedisiplinan, pengorbanan, dan kebersamaan para kader. Karena itu, momentum kemerdekaan diharapkan dapat menjadi penyemangat untuk terus memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui karya dan pengabdian. Perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga yang kuat sekaligus menyiapkan generasi penerus yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki kecintaan terhadap tanah air.

Melalui semangat gotong royong dan pelestarian budaya, TP PKK Kota Balikpapan diharapkan terus menjadi bagian dari penguatan keluarga dan masyarakat. Kebaya pun menjadi simbol bahwa perempuan Indonesia dapat tetap menjunjung nilai budaya sekaligus aktif berkontribusi dalam pembangunan.

“Memaknai kemerdekaan tidak hanya dengan mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga mengisinya dengan karya dan pengabdian. Dari keluarga yang kuat akan lahir bangsa yang kuat. Karena itu, mari kita terus bergerak bersama dengan semangat, kebersamaan, dan bijak cinta untuk Balikpapan yang semakin maju dan sejahtera,” tutup Nurlena.

(adv/Diskominfo Balikpapan)