
BALIKPAPAN – Transformasi digital pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Balikpapan terus mengalami perkembangan. Sebanyak 1.200 pelaku UMKM kini telah bergabung dalam platform SAPAWIRA (SAPA UMKM), ekosistem digital yang dikembangkan Kementerian UMKM Republik Indonesia untuk memperluas akses layanan dan memperkuat daya saing usaha.
Keikutsertaan para pelaku UMKM tersebut menjadi salah satu capaian dalam rangkaian peringatan Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026. Jumlah itu bahkan melampaui target awal sebanyak 1.000 peserta, menunjukkan tingginya antusiasme pelaku usaha terhadap pemanfaatan teknologi digital.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, Heruressandy, mengatakan kehadiran SAPAWIRA menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mempercepat digitalisasi UMKM sekaligus mempermudah pelaku usaha mengakses berbagai layanan pengembangan bisnis.
“Melalui SAPAWIRA, pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga akses yang lebih mudah terhadap berbagai layanan pengembangan usaha. Ini menjadi bagian dari upaya transformasi digital yang saat ini terus didorong pemerintah,” ujar Heruressandy, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut pelaku UMKM mampu beradaptasi dengan perubahan pola bisnis agar tetap mampu bersaing. Pemerintah terus mendorong pelaku usaha memanfaatkan berbagai platform digital sebagai sarana memperluas pasar sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan usaha.
Heruressandy menjelaskan, SAPAWIRA dirancang sebagai ekosistem terpadu yang menghubungkan pelaku UMKM dengan berbagai layanan, mulai dari sertifikasi usaha, akses pembiayaan, pelatihan, pemasaran digital, hingga peluang kemitraan dengan berbagai sektor.
Selain memperkenalkan platform, kegiatan sosialisasi juga memberikan pembekalan kepada peserta mengenai strategi pemasaran digital dan pemanfaatan platform perdagangan elektronik. Menurutnya, akses pasar yang lebih luas menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal.
“Ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung perkembangan usaha mereka. Kami melihat minat yang sangat baik selama sosialisasi dan pelatihan berlangsung,” katanya.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi digital diharapkan mampu meningkatkan omzet pelaku usaha karena produk lokal memiliki peluang menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa dibatasi wilayah.
“Jika pemasaran semakin luas dan transaksi digital semakin mudah dilakukan, tentu peluang peningkatan omzet usaha juga semakin besar. Ini yang ingin kita dorong bersama,” jelasnya.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap jumlah UMKM yang bergabung dalam SAPAWIRA terus meningkat sehingga semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan layanan digital untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Digitalisasi dinilai menjadi salah satu kunci dalam menciptakan UMKM yang tangguh, mandiri, dan mampu menjadi penggerak utama perekonomian daerah.
***(ADV Diskominfo Balikpapan)**




