ADV DISKOMINFO BPP 2026

Pemkot Balikpapan Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital, Dorong Literasi dan Pendampingan Keluarga

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus memperkuat upaya perlindungan anak di ruang digital di tengah meningkatnya penggunaan internet oleh anak-anak dan remaja. Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi yang melibatkan tenaga pendidik, kader masyarakat, hingga berbagai instansi terkait guna meningkatkan kesadaran bersama tentang pentingnya menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan ramah anak.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Balikpapan, Erriansyah Haryono, mengatakan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat membawa tantangan baru dalam perlindungan anak. Menurutnya, penggunaan internet yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak sejak usia dini membutuhkan perhatian dan pendampingan yang lebih kuat dari seluruh pihak.

“Sekarang anak-anak sudah akrab dengan ruang digital sejak usia dini. Karena itu, penting bagi kita memastikan mereka tetap aman saat menggunakan teknologi,” kata Erriansyah, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, kehadiran internet memberikan banyak manfaat bagi proses belajar, komunikasi, dan pengembangan wawasan anak. Namun di sisi lain, tingginya paparan konten negatif, risiko perundungan siber, hingga rendahnya literasi digital di lingkungan keluarga menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama.

Karena itu, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Diskominfo bersama berbagai instansi terkait terus mendorong penguatan edukasi kepada masyarakat agar memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah. Sekolah, keluarga, dan masyarakat juga punya peran penting dalam mendampingi anak saat menggunakan internet,” ujarnya.

Menurut Erriansyah, perlindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya mengandalkan regulasi dan kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif keluarga sebagai lingkungan terdekat anak. Pengawasan, komunikasi yang terbuka, dan pendampingan orang tua dinilai menjadi faktor utama dalam mencegah dampak negatif penggunaan internet.

“Orang tua tetap jadi yang paling dekat dengan anak. Jadi pengawasan dari keluarga itu penting,” katanya.

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari tenaga pendidik tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP negeri dan swasta, kader PKK, penyuluh keluarga berencana (KB), penyuluh Kantor Urusan Agama (KUA), hingga perwakilan organisasi masyarakat.

Dalam kegiatan itu, peserta memperoleh pemahaman dari narasumber Kementerian Komunikasi dan Digital serta psikolog terkait tren penggunaan internet pada anak di Indonesia, risiko konten negatif, hingga pentingnya membangun komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak terkait aktivitas digital.

Pemerintah Kota Balikpapan berharap kegiatan edukasi ini mampu meningkatkan literasi digital masyarakat serta memperkuat kesadaran bersama untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara positif.

(***/Adv Diskominfo Balikpapan)