ADV DISKOMINFO BPP 2026 Balikpapan

Kasus Diare Akut Meningkat, Dinkes Balikpapan Imbau Masyarakat Waspadai Kualitas Air Bersih

Balikpapan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan resmi meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus diare akut yang terjadi di tengah musim kemarau. Berdasarkan hasil pemantauan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), jumlah kasus diare akut pada pekan ke-34 tahun 2026 melonjak hingga menyentuh angka 524 kasus.

Jumlah tersebut melampaui catatan kasus pada pekan yang sama pada tahun sebelumnya yang berada di angka 466 kasus. Lonjakan ini sekaligus mencatatkan rekor kasus tertinggi dalam kurun waktu lima pekan terakhir di Kota Balikpapan.

Kepala Dinkes Kota Balikpapan, Alwiyati, melayangkan imbauan resmi melalui Surat Edaran Nomor 400.7.8/2600/DINKES agar seluruh lapisan masyarakat dan fasilitas kesehatan meningkatkan kewaspadaan bersama, terutama menghadapi keterbatasan pasokan air bersih akibat musim kemarau.

“Keterbatasan ketersediaan air bersih perpipaan dapat mendorong perubahan sumber air yang digunakan masyarakat dan berpotensi mempengaruhi higiene, sanitasi, pengolahan air minum, serta keamanan pangan,” terangnya, Kamis (17/9/2026).

Meskipun terjadi kenaikan yang cukup signifikan, pihak dinas menegaskan bahwa fenomena ini perlu diantisipasi secara komprehensif melalui penguatan sistem pengawasan dan edukasi publik yang masif. Peningkatan kasus ini hendaknya direspons dengan kewaspadaan dini tanpa memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Guna menekan laju penyebaran penyakit, Dinkes menginstruksikan seluruh puskesmas, klinik, hingga dokter praktik mandiri untuk memperketat surveilans serta melaporkan sebaran kasus secara berkala setiap minggunya. Apabila ditemukan lonjakan kasus yang tidak biasa maupun klaster kasus berat, fasilitas kesehatan wajib memberikan laporan darurat kepada dinas terkait dalam waktu kurang dari 1×24 jam.

Dari sisi penanganan medis, setiap fasilitas pelayanan kesehatan diminta memastikan stok obat-obatan pendukung seperti oralit, suplemen zinc, serta cairan rehidrasi medis tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Warga diimbau untuk konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat, salah satunya melalui gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) secara rutin.

Masyarakat juga diminta untuk memastikan keamanan konsumsi pangan rumah tangga, mengelola sanitasi jamban dengan baik, serta selalu merebus air hingga benar-benar mendidih sebelum dikonsumsi. Langkah-langkah preventif sederhana ini menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan penyakit diare di lingkungan tempat tinggal.

Bagi kawasan permukiman yang mengalami kelangkaan air bersih, puskesmas setempat diinstruksikan untuk berkoordinasi intensif dengan pihak kelurahan dan kecamatan guna memastikan ketersediaan pasokan air yang aman bagi kebutuhan harian warga. (adv/Diskominfo Balikpapan)