ADV DISKOMINFO BPP 2026

Pemkot Balikpapan Ajak Masyarakat Hemat Air, Perkuat Antisipasi Dampak El Nino dan Musim Kemarau

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam penggunaan air bersih sebagai langkah bersama menghadapi potensi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Upaya antisipasi tersebut dinilai penting untuk menjaga ketahanan air sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air di kawasan perkotaan.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, warga tidak perlu merasa khawatir berlebihan, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan melalui penggunaan air secara hemat dan bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.

“Tidak perlu khawatir berlebihan, tetapi antisipasi harus dilakukan. Kita sudah mengetahui ada potensi El Nino dan kemarau berkepanjangan. Karena itu, penggunaan air harus lebih hemat dan bijak,” ujar Rahmad Mas’ud saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (7/5/26).

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Balikpapan terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga ketersediaan air baku bagi masyarakat. Sejumlah upaya disiapkan guna memastikan pasokan air bersih tetap terjaga, terutama menghadapi potensi penurunan debit air pada musim kemarau.

Salah satu langkah yang telah mulai memberikan dampak positif adalah berfungsinya Waduk Teritip sebagai sumber tambahan air baku di Kota Balikpapan. Keberadaan waduk tersebut diharapkan mampu memperkuat cadangan air dan membantu menjaga stabilitas pasokan ketika sumber air utama mengalami penurunan kapasitas.

Selain optimalisasi waduk, pemerintah juga menyiapkan pengerukan Daerah Aliran Sungai (DAS) Manggar untuk meningkatkan kapasitas tampung air baku. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi air bersih kepada masyarakat dapat tetap berjalan aman dan optimal selama musim kemarau.

“Kita sudah komunikasikan dan siapkan beberapa alternatif. Waduk Teritip sudah berfungsi. Dalam waktu dekat kita juga melakukan pengerukan DAS Manggar untuk menambah kapasitas air baku kita,” katanya.

Rahmad menambahkan, tantangan penyediaan air bersih di Kota Balikpapan memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat. Pertumbuhan penduduk, peningkatan aktivitas ekonomi, serta posisi Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) membuat kebutuhan air terus meningkat dari waktu ke waktu.

Karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat mulai menerapkan kebiasaan hemat air, seperti menggunakan air sesuai kebutuhan, memperbaiki kebocoran instalasi air rumah tangga, hingga memanfaatkan kembali air untuk kebutuhan nonkonsumsi apabila memungkinkan.

Menurutnya, ketahanan kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga kepedulian masyarakat dalam menjaga sumber daya alam secara bersama-sama. Pemerintah Kota Balikpapan optimistis melalui kolaborasi, kedisiplinan, dan kesadaran kolektif, ketahanan air kota dapat terus terjaga di tengah tantangan perubahan iklim.

“Insya Allah pemerintah terus berupaya maksimal menjaga ketersediaan air untuk masyarakat. Tetapi dukungan warga melalui penghematan air juga sangat menentukan,” tutupnya.

(***/Adv Diskominfo Balikpapan)