Wali Kota Balikpapan Ajak ASN Jadi Pelopor Penggunaan LPG Nonsubsidi

BALIKPAPAN — Wali Kota Rahmad Mas’ud kembali mengingatkan pentingnya penggunaan LPG 3 kilogram bersubsidi secara tepat sasaran. Dalam keterangannya pada Selasa (5/5/2026), ia mengajak masyarakat mampu, khususnya aparatur sipil negara (ASN), untuk beralih menggunakan LPG nonsubsidi sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurut Rahmad Mas’ud, LPG 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas melon merupakan subsidi pemerintah yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu guna membantu memenuhi kebutuhan energi rumah tangga. Karena itu, penggunaan oleh masyarakat yang secara ekonomi mampu dinilai dapat mengurangi hak masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Gas LPG 3 kilogram yang berwarna hijau itu dipergunakan untuk warga miskin. Jangan sampai masyarakat yang mampu justru ikut menggunakannya. Itu sama saja mengambil hak orang lain yang lebih membutuhkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ASN sebagai bagian dari pemerintah harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Dengan penghasilan tetap yang diterima setiap bulan, ASN dinilai memiliki kemampuan untuk menggunakan tabung LPG nonsubsidi sehingga distribusi subsidi dapat lebih tepat sasaran.
“Saya sudah sampaikan ke ASN, jangan menggunakan gas 3 kilo. Ini soal empati dan tanggung jawab. Kalau masih digunakan, artinya kita mengambil hak masyarakat miskin,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rahmad Mas’ud menyampaikan bahwa kebijakan penggunaan LPG subsidi sesuai peruntukan bukan hanya sebatas aturan administratif, melainkan bagian dari upaya membangun keadilan sosial di tengah masyarakat. Pemerintah ingin memastikan bantuan subsidi energi benar-benar diterima oleh kelompok yang membutuhkan agar tidak menimbulkan kesenjangan sosial.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai media informasi. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya penggunaan LPG subsidi secara bijak dan sesuai aturan.
Selain itu, pemerintah kota juga mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga distribusi energi agar tetap adil dan merata. Di tengah meningkatnya kebutuhan energi rumah tangga, partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan LPG 3 kilogram bagi warga kurang mampu.
Rahmad Mas’ud berharap masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik dapat memberikan ruang bagi kelompok rentan untuk menikmati subsidi pemerintah.
“Ini bukan hanya soal aturan, tapi juga soal kepedulian. Kalau kita mampu, berikan ruang bagi yang lebih membutuhkan,” pungkasnya. (***/Adv Diskominfo Balikpapan)




