
BALIKPAPAN – Budidaya Bayam Brasil yang dikembangkan warga RT 49, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, terus menunjukkan perkembangan positif sejak mulai digeluti pada 2022.
Tanaman ini dinilai memiliki banyak keunggulan, baik dari sisi kemudahan budidaya maupun manfaat kesehatannya.
Ketua Kelompok Toga RT 49, Rusminingsih menjelaskan, Bayam Brasil menjadi pilihan utama karena kandungan gizinya yang lebih tinggi dibandingkan jenis bayam lainnya.
“Bayam Brasil kaya akan vitamin A, C, dan K, sehingga baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan mata dan tulang, serta membantu mencegah anemia,” ucap Rusminingsih kepada dihubungi awak media, Senin (30/3/2026).
Selain unggul dari segi nutrisi, tanaman ini juga relatif mudah dibudidayakan. Warga memanfaatkan metode hidroponik dan urban farming untuk mengoptimalkan hasil tanam di lahan terbatas.
Dari sisi produksi, kelompok ini mampu menghasilkan sekitar 100 hingga 200 pack Bayam Brasil setiap bulan. Namun, jumlah tersebut dapat meningkat signifikan hingga 500 sampai 700 pack saat permintaan tinggi.
“Produk dijual dengan harga Rp20 ribu per pack dengan berat 100 gram,” terangnya.
Pemasaran Bayam Brasil hasil budidaya warga RT 49 pun terbilang luas. Produk tersebut telah dipasarkan melalui berbagai saluran, mulai dari outlet lokal, kantor DP3AKB, kawasan Ibnu Sina, hingga bazar dan penjualan daring.
Tidak hanya berfokus pada Bayam Brasil, kelompok ini juga membudidayakan berbagai jenis sayuran lain seperti selada, sawi, dan kangkung. Hasil panen sayuran tersebut sebagian besar dipasarkan kepada warga sekitar dan dijual di pasar tradisional.
“Selain itu, mereka juga menanam jahe dan kunyit yang dimanfaatkan sebagai bahan minuman herbal,” lanjutnya.
Lebih dari sekadar kegiatan bercocok tanam, budidaya ini juga memberikan dampak sosial bagi lingkungan sekitar. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat setempat dan turut membuka peluang lapangan kerja baru bagi warga.
Dengan perkembangan yang terus meningkat, budidaya Bayam Brasil di Muara Rapak diharapkan dapat menjadi salah satu contoh pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian urban yang berkelanjutan. (*/ADV)




