Tetap Jalan di Tengah Efisiensi, Disnaker Balikpapan Gandeng Mitra untuk Pelatihan Kerja

BALIKPAPAN — Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Dinas Tenaga Kerja Kota Balikpapan berupaya memastikan program pelatihan bagi pencari kerja tetap berjalan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak agar kegiatan peningkatan keterampilan tenaga kerja tidak terhenti.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan keterbatasan anggaran memang berdampak pada sejumlah program yang direncanakan pemerintah daerah. Namun hal itu tidak membuat pelatihan bagi tenaga kerja dihentikan.
Menurutnya, Disnaker tetap berupaya menjalankan program yang telah dirancang dengan mencari berbagai alternatif solusi, salah satunya melalui kerja sama dengan perusahaan maupun lembaga pelatihan kerja.
“Efisiensi anggaran tentu berpengaruh terhadap program yang kami jalankan. Namun kami tetap berupaya agar target tahunan bisa tercapai dengan berbagai cara, salah satunya melalui penguatan kemitraan,” ujar Adamin, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, kolaborasi dengan sektor swasta menjadi salah satu cara agar pelaksanaan pelatihan tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah. Melalui skema tersebut, pembiayaan kegiatan pelatihan dapat dilakukan secara bersama sehingga program tetap bisa dilaksanakan.
Dengan dukungan mitra, Disnaker berharap pelatihan kerja tetap dapat diikuti oleh para pencari kerja di Balikpapan meskipun jumlah pesertanya kemungkinan tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.
“Pelatihan tetap kami laksanakan. Memang ada kemungkinan volumenya berkurang karena penyesuaian anggaran, tetapi kami tetap berusaha agar target program bisa terpenuhi melalui dukungan berbagai pihak,” jelasnya.
Selain pelatihan, Disnaker Balikpapan juga mendorong program pemagangan sebagai salah satu cara meningkatkan keterampilan sekaligus memberikan pengalaman kerja kepada masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.
Saat ini terdapat dua skema pemagangan yang dijalankan. Pertama adalah program magang nasional yang didukung oleh pemerintah pusat sehingga pembiayaannya tidak berasal dari anggaran daerah.
Sementara itu, skema kedua adalah program magang mandiri yang dikembangkan melalui kerja sama dengan perusahaan. Program ini memberikan kesempatan bagi para pencari kerja untuk belajar langsung di lingkungan industri dan mengenal dunia kerja secara lebih nyata.
Menurut Adamin, pengalaman kerja melalui pemagangan menjadi nilai tambah penting bagi para pencari kerja ketika mereka memasuki pasar kerja yang semakin kompetitif.
Karena itu, Disnaker terus berupaya memperluas kerja sama dengan berbagai perusahaan agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan mengikuti program tersebut.
Ia berharap berbagai strategi yang dilakukan dapat menjaga keberlanjutan program peningkatan kualitas sumber daya manusia di Balikpapan.
“Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana masyarakat tetap mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan siap bersaing di dunia kerja,” katanya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan, Disnaker optimistis program pengembangan tenaga kerja tetap dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, meskipun di tengah keterbatasan anggaran. (***/Adv Diskominfo Balikpapan)




