ADV DISKOMINFO BPP 2026 Balikpapan

Pemkot Balikpapan Hidupkan Kembali Sawah Terlantar demi Menjaga Ketahanan Pangan

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan terus mencari cara agar lahan pertanian yang tersisa di kota ini tetap produktif. Salah satunya dengan merehabilitasi puluhan hektare sawah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), pemerintah menyiapkan program perbaikan lahan agar dapat kembali ditanami. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mempertahankan sektor pertanian di tengah pesatnya pembangunan kota yang semakin menyempitkan ruang bagi lahan produksi pangan.

Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahyuningsih, menjelaskan bahwa total lahan yang masuk dalam Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) di Balikpapan mencapai sekitar 98 hektare. Namun, tidak semua lahan tersebut siap langsung dimanfaatkan.

Dari jumlah tersebut, sekitar 40 hektare sudah memiliki infrastruktur dasar seperti pematang sawah sehingga dapat digunakan untuk kegiatan pertanian. Sementara sekitar 58 hektare lainnya masih tertutup vegetasi yang cukup lebat dan membutuhkan proses rehabilitasi sebelum bisa ditanami kembali.

“Yang kami lakukan bukan membuka sawah baru, melainkan memperbaiki dan menghidupkan kembali lahan yang ada agar bisa kembali produktif,” ujar Sri Wahyuningsih, Sabtu (7/3/2026).

Ia menjelaskan proses rehabilitasi akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Selain pembersihan lahan, pemerintah juga akan menyiapkan infrastruktur pendukung agar lahan dapat dikelola secara maksimal oleh para petani.

Menurutnya, upaya ini penting karena luas lahan pertanian di Balikpapan semakin terbatas. Perkembangan kawasan permukiman dan pembangunan kota membuat sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat masih harus dipasok dari daerah lain.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen mempertahankan lahan pertanian yang masih tersedia agar tetap memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan lokal.

Selain fokus pada rehabilitasi lahan, DKP3 juga terus memperkuat pembinaan terhadap para petani. Pendampingan dilakukan melalui kelompok tani yang ada dengan dukungan penyuluh pertanian yang rutin memberikan bimbingan teknis di lapangan.

“Kami terus mendampingi kelompok tani melalui penyuluh pertanian agar pengelolaan lahan semakin baik dan hasil panen dapat meningkat,” jelasnya.

Saat ini, hasil panen dari lahan sawah yang ada di Balikpapan memang masih terbatas. Sebagian besar hasil produksi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan petani dan masyarakat sekitar.

Namun, dalam beberapa kesempatan hasil panen juga dapat diserap oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai bagian dari cadangan pangan pemerintah.

Sri Wahyuningsih berharap melalui program rehabilitasi lahan serta pembinaan petani yang berkelanjutan, sektor pertanian di Balikpapan tetap dapat bertahan dan berkembang.

Menurutnya, meski luas lahan tidak sebesar daerah lain, keberadaan pertanian lokal tetap memiliki peran penting, terutama sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan sekaligus mempertahankan aktivitas pertanian di tengah perkembangan kota yang semakin pesat. (***/Adv Diskominfo Balikpapan)