ADV DISKOMINFO BPP 2026

Wali Kota Balikpapan Minta Warga Tetap Tenang, Jangan Borong BBM dan Sembako

BALIKPAPAN — Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan menyusul munculnya kekhawatiran terkait pasokan bahan bakar minyak (BBM). Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu melakukan panic buying karena stok kebutuhan penting saat ini masih dalam kondisi aman.

Kekhawatiran masyarakat belakangan ini dipicu oleh isu terganggunya distribusi minyak dunia akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah potensi gangguan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang dikenal sebagai salah satu rute utama pengiriman minyak global. Jika jalur tersebut terganggu, banyak pihak khawatir pasokan energi dunia ikut terdampak.

Meski demikian, Rahmad menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan situasi serta memastikan distribusi BBM dan kebutuhan pokok tetap berjalan lancar.

“Jangan panic buying. Baik untuk BBM maupun sembako. Jangan panik, pemerintah insya Allah mengurus,” kata Rahmad, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa kepanikan masyarakat justru bisa memicu persoalan baru di lapangan. Ketika banyak orang membeli barang dalam jumlah besar secara bersamaan, stok yang sebenarnya cukup untuk jangka waktu tertentu bisa habis lebih cepat dari perkiraan.

Menurutnya, kondisi seperti itu sering kali menimbulkan antrean panjang serta kesan seolah terjadi kelangkaan barang, padahal pasokan sebenarnya masih tersedia.

“Kalau panik, yang jatahnya satu bulan bisa jadi habis dalam seminggu,” ujarnya.

Rahmad juga menyampaikan bahwa pihak Pertamina telah memberikan jaminan bahwa stok BBM dalam kondisi aman. Karena itu, masyarakat diharapkan tetap berbelanja secara normal sesuai kebutuhan sehari-hari.

“Pertamina sudah memastikan stok aman. Jadi yang penting satu, jangan panik,” tegasnya.

Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, Pemerintah Kota Balikpapan juga terus melakukan pemantauan di lapangan. Pengawasan dilakukan di berbagai titik distribusi, seperti stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan pasar tradisional, guna memastikan tidak terjadi kelangkaan maupun penumpukan antrean.

Langkah ini juga dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan barang serta memastikan distribusi berjalan lancar di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap isu energi global.

Rahmad berharap masyarakat dapat bersikap bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Dengan tetap tenang dan membeli kebutuhan secara wajar, stabilitas pasokan di masyarakat dapat terjaga.

Ia optimistis, jika masyarakat dan pemerintah sama-sama menjaga situasi tetap kondusif, aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari di Balikpapan dapat berjalan normal tanpa gangguan berarti. (***/Adv Diskominfo Balikpapan)