KEMUDAHAN BERUSAHA

Penurunan Kunjungan Investor 2025 Tidak Ganggu Target Investasi

Balikpapan – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan menilai penurunan kunjungan investor pada tahun 2025 tidak berdampak signifikan terhadap target investasi. Pemerintah kota menegaskan minat investor tetap stabil, dan tidak ada pihak yang menarik modalnya dari kota minyak.

Kepala DPMPTSP Balikpapan, Hasbullah Helmi, menyatakan bahwa penurunan kunjungan fisik tidak mencerminkan menurunnya minat investasi. Banyak investor kini memilih memantau kondisi dan menunggu kesiapan perizinan secara administratif, terutama menjelang beroperasinya Ibu Kota Negara (IKN) pada 2028.

“Kami mencatat kunjungan investor menurun pada 2025. Namun tidak ada satupun investor yang menarik modalnya dari Balikpapan. Mereka justru berharap proses perizinan berjalan lebih cepat,” ujar Helmi, Ahad (16/11).

Menurut Helmi, sebagian besar investor menahan diri untuk melihat perkembangan proyek pendukung IKN dan kesiapan infrastruktur kota. Meskipun frekuensi kunjungan turun, koordinasi bisnis tetap aktif melalui pertemuan daring dan komunikasi intensif antara DPMPTSP dan pelaku usaha.

DPMPTSP tetap optimistis target investasi tahun 2026 akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pemkot menekankan percepatan layanan perizinan sebagai prioritas untuk mengakomodasi kebutuhan investor yang ingin memulai atau memperluas usaha.

“Balikpapan berada di garis depan penyangga IKN. Investor melihat peluang itu, sehingga mereka tetap bertahan dan menunggu proses perizinan berjalan lancar. Ini tentu kesempatan bagi kita menarik investor masuk,” jelas Helmi.

Selain itu, Pemkot Balikpapan memperkuat sistem pelayanan berbasis digital, agar investor dapat mengurus izin tanpa harus datang langsung. Evaluasi internal juga dilakukan rutin untuk memastikan tidak ada hambatan administratif yang mengganggu realisasi investasi.

Dengan strategi ini, DPMPTSP optimis arus modal tetap mengalir dan iklim investasi di Balikpapan tetap kondusif meskipun aktivitas kunjungan fisik menurun. (deb)