Kampung Bungas Wujudkan Lingkungan Produktif, Juara 1 CGH Balikpapan 2025

BALIKPAPAN – Upaya warga Kampung Bungas di Kelurahan Gunung Sari Ilir dalam mengembangkan pertanian hidroponik berbuah hasil manis. Kawasan ini berhasil meraih Juara 1 lomba Clean, Green, and Healthy (CGH) tingkat Kota Balikpapan tahun 2025. Tak hanya menghadirkan lingkungan yang hijau dan asri, inovasi ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Gagasan pengembangan Kampung Bungas muncul sejak tahun 2019 melalui inisiatif Suwanto, Anggota DPRD Kota Balikpapan. Awalnya hanya melibatkan dua RT, kemudian berkembang menjadi empat RT pada 2022, dan kini mencakup lima RT aktif yang tergabung dalam satu kawasan produktif.
“Harapannya, ke depan bisa berkembang menjadi sepuluh RT yang benar-benar mampu menghasilkan buah, bunga, dan sayur secara berkelanjutan,” ujar Suwanto.
Keterbatasan lahan di kawasan padat penduduk ini tidak menyurutkan semangat warga. Mereka memanfaatkan pekarangan rumah, lahan sempit, hingga area di atas parit untuk membangun instalasi hidroponik. Saat ini tercatat 18 titik dengan lebih dari 3.000 lubang tanam yang aktif digunakan.
Berbagai komoditas ditanam, mulai dari sayuran hijau, bunga hias, hingga tanaman buah seperti melon, jeruk, alpukat, mangga, durian, dan pisang. Hasil panennya telah dipasarkan ke pasar tradisional, katering, hingga hotel di Balikpapan.
“Justru dari lahan terbatas inilah kami belajar untuk lebih kreatif. Hasilnya bisa membantu penghasilan warga,” ungkap Suwanto.
Selain menjadi kawasan hijau, Kampung Bungas juga dikembangkan sebagai lokasi edukasi dan wisata lingkungan. Setiap kunjungan diatur melalui sistem reservasi, dengan ketentuan pengunjung membeli produk atau makanan dari warga.
“Kami ingin kunjungan ke sini memberi manfaat ekonomi langsung. Jadi, sistem reservasi ini agar warga juga mendapatkan hasil dari upaya mereka,” katanya.
Meski baru pertama kali mengikuti lomba CGH tahun ini, Kampung Bungas langsung menorehkan prestasi tertinggi. Namun bagi Suwanto, penghargaan tersebut hanyalah tambahan dari tujuan utama membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami tidak fokus pada lomba. Yang penting kawasan ini bisa memberi nilai tambah bagi warga dan menjadi contoh bagi lingkungan lain,” tuturnya.
Keberhasilan Kampung Bungas mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan dinas terkait yang turut mendukung dengan pendampingan teknis serta bantuan sarana pertanian.
(Deb)




