ADV PEMKAB KUKAR Kutai Kartanegara

Ratusan Pembalap Siap Ramaikan Lomba Ketinting di Tanjung Serai

CAPTION: Aksi seru perahu ketinting di Sungai Mahakam bakal kembali menghidupkan Wisata Tanjung Serai, Desa Kedang Murung. Event ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur dan jadi magnet wisata baru di pesisir Kukar.

TENGGARONG – Deru mesin ketinting siap kembali membelah tenangnya Sungai Mahakam.

Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menantang para pembalap air terbaik se-Kalimantan Timur (Kaltim) dalam ajang lomba ketinting yang digelar di kawasan wisata Tanjung Serai, pada 29–31 November 2025 mendatang.

Kepala Desa Kedang Murung, Junaidy, mengatakan kegiatan ini menjadi magnet baru bagi wisata sungai sekaligus ajang prestasi bagi para pecinta balap ketinting.

Antusiasme peserta meluas hingga lintas daerah, bahkan sejumlah tim dari luar Kaltim dikabarkan siap ikut bertanding.

“Informasinya ada juga peserta dari luar, tapi belum tahu pasti. Yang jelas, kami terbuka untuk umum,” ujarnya, Sabtu (27/10/2025).

Ia menjelaskan, lomba tahun ini awalnya dijadwalkan pada 29–31 Oktober, namun jadwal diubah lantaran berbenturan dengan Festival Erau Kutai Barat yang juga menggelar lomba ketinting.

Panitia bersama Persatuan Ketinting Kukar akhirnya sepakat menunda kegiatan selama sepekan demi memberi ruang bagi peserta yang ingin mengikuti dua event sekaligus.

“Itu kan waktunya bertabrakan dengan Erau di Kutai Barat. Karena di sana ada juga lomba ces (ketinting), jadi kami sepakat menundanya ke November,” jelasnya.

Menurut Junaidy, lomba ketinting tak sekadar adu kecepatan, tetapi juga bagian dari upaya memperkenalkan wisata air Tanjung Serai ke tingkat provinsi.

Kegiatan ini menjadi salah satu strategi desa untuk menarik kunjungan wisatawan serta menggeliatkan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM.

“Tujuan kami jelas, memperkenalkan wisata Tanjung Serai supaya ramai dikunjungi dan bisa menambah pendapatan desa,” katanya.

Ia menyebut, balap ketinting kini menjadi ikon tahunan Kedang Murung yang selalu ditunggu masyarakat.

Biasanya lomba digelar bersamaan dengan Hari Ulang Tahun Desa, namun tahun ini pelaksanaannya bertepatan dengan momentum akhir tahun agar kunjungan wisatawan meningkat.

“Kegiatan ini sudah jadi tradisi. Biasanya diadakan di HUT desa, tapi karena kemarin anggarannya belum cair, akhirnya digeser ke akhir tahun,” jelasnya.

Selain menjadi hiburan rakyat, event ini juga mengundang keterlibatan luas warga. Karang Taruna, pelaku UMKM, hingga komunitas pemuda dilibatkan dalam kepanitiaan dan pengelolaan kegiatan.

“Semua terlibat, dari anak muda sampai orang tua. Ini bukan cuma lomba, tapi kebanggaan bersama,” tambah Junaidy.

Selama tiga hari pelaksanaan, panitia juga menyiapkan berbagai hiburan rakyat, lomba kuliner tradisional, dan pameran UMKM di sekitar area lomba.

Pengunjung dapat menikmati suasana khas pesisir Mahakam sembari mencicipi produk lokal warga.

Junaidy berharap, dukungan Pemkab Kukar terus mengalir agar wisata Tanjung Serai semakin berkembang menjadi destinasi unggulan berbasis budaya sungai.

“Kami ingin lomba ketinting ini jadi agenda besar tahunan. Bukan sekadar tradisi, tapi juga penggerak ekonomi masyarakat,” pungkasnya.