Kolaborasi PKBM dan Dunia Usaha, Akses Belajar Masyarakat Kukar Makin Luas

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk melalui jalur pendidikan non-formal.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan masyarakat dan dunia usaha dalam memperluas akses pendidikan bagi warga yang sempat putus sekolah.
Hal itu disampaikan Bupati Aulia saat menyerahkan 102 ijazah kepada peserta didik yang lulus program kesetaraan Paket A, B, dan C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Putri Karang Melenu, Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Selasa (9/9/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Aulia mengapresiasi keberhasilan PKBM dalam membuka kesempatan belajar bagi masyarakat yang sebelumnya tidak dapat menyelesaikan pendidikan formal.
Ia menilai peran PKBM menjadi sangat strategis dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Kukar.
“Program kesetaraan ini merupakan wujud nyata dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui kerja sama dengan badan usaha, PKBM dapat beroperasi lebih optimal. Masyarakat pun terbantu untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus terkendala biaya,” ujarnya.
Sejak tahun 2019, PKBM Putri Karang Melenu telah menjalin kerja sama dengan PT Multi Harapan Utama (MHU).
Dukungan perusahaan tambang tersebut memungkinkan PKBM meluluskan hingga 971 peserta didik sampai tahun ini.
Kolaborasi itu menjadi contoh konkret keterlibatan dunia usaha dalam mendukung pembangunan SDM di daerah.
Selain memberikan dukungan pendanaan, PKBM bersama PT MHU juga mengembangkan program tambahan berupa pelatihan keterampilan praktis.
Dengan begitu, para lulusan tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga memiliki kemampuan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri.
Bupati Aulia menilai model kerja sama tersebut layak dijadikan contoh bagi perusahaan lain di Kukar. Ia berharap lebih banyak dunia usaha ikut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan non-formal di daerah.
“Ini contoh nyata bahwa dunia usaha bisa berperan langsung dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat. Harapannya, semakin banyak perusahaan yang ikut serta dalam program serupa,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan pendidikan non-formal sejalan dengan visi Kukar Idaman Terbaik yang menempatkan peningkatan kualitas SDM sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Pemkab Kukar, kata Aulia, akan terus mendorong sinergi lintas sektor agar masyarakat memperoleh kesempatan belajar seluas-luasnya.
Dengan dukungan dunia usaha dan lembaga pendidikan masyarakat seperti PKBM, Pemkab Kukar optimistis dapat menekan angka putus sekolah dan sekaligus menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja. (*)




