ADV CAMAT UTARA Balikpapan

Hadiah Lomba HUT RI Dipersoalkan, Ketua RT 11 GSM Pilih Tunggu Pandangan MUI


BALIKPAPAN — Penggunaan uang iuran warga untuk mendukung hadiah perlombaan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi perhatian di lingkungan RT 11, Kelurahan Gunung Samarinda (GSM), Balikpapan Utara.

Ketua RT 11 GSM, Sri Harningsih, mengatakan pihaknya tidak ingin mengambil kesimpulan sendiri terkait pandangan halal atau haram mengenai penggunaan iuran warga sebagai hadiah perlombaan.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu disikapi secara bijak dengan mempertimbangkan pandangan lembaga yang memiliki kewenangan, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Sebagai Ketua RT, saya akan menyikapinya secara bijak dan tidak ingin mengambil kesimpulan sendiri soal halal-haram. Sebaiknya kami menghormati pandangan MUI dan mencari jalan yang paling aman bagi semua warga,” kata Sri kepada awak media, Kamis (13/8/2026).

Sri menjelaskan, warga RT 11 selama ini memiliki iuran rutin sebesar Rp12.500 per kepala keluarga (KK) setiap bulan. Dalam setahun, iuran tersebut mencapai Rp150.000 per KK.

Dana tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan lingkungan yang telah disepakati bersama. Selain mendukung kegiatan warga, sebagian dana juga digunakan untuk penyediaan suvenir berupa minyak goreng dua liter.

Sementara dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, warga RT 11 menggelar berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak, remaja, bapak-bapak hingga ibu-ibu. Rangkaian kegiatan juga diisi syukuran dan jalan santai.

Selain berasal dari iuran warga, kegiatan tahun ini turut mendapat dukungan dari sejumlah donatur di lingkungan setempat.

Sri menegaskan, apabila nantinya terdapat ketentuan atau pandangan MUI terkait penggunaan iuran warga untuk hadiah perlombaan, pihaknya akan menghormati dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi.

“Kalau memang ada ketentuan atau pandangan MUI mengenai hadiah lomba yang bersumber dari uang iuran warga, tentu akan kami hormati dan kami jadikan bahan evaluasi,” ujarnya.

Sebagai alternatif, Sri membuka kemungkinan agar hadiah perlombaan pada kegiatan mendatang lebih banyak bersumber dari donatur, sponsor, atau sumber dana lain yang telah disepakati warga dan tidak menimbulkan keraguan.

Meski demikian, ia memastikan iuran warga tetap dikelola untuk kebutuhan lingkungan sesuai kesepakatan bersama.

Sri berharap perbedaan pandangan mengenai sumber pendanaan kegiatan tidak sampai mengganggu kerukunan antarwarga. Menurutnya, semangat utama perayaan HUT Kemerdekaan tetap menjaga persatuan, kebersamaan dan gotong royong.

“Yang terpenting, jangan sampai perbedaan pandangan ini menimbulkan perpecahan. Semangat kami tetap kebersamaan, gotong royong, dan menjaga kenyamanan seluruh warga,” pungkasnya. (Deb)