BPPDRD Balikpapan Gelar Workshop PIDI, Perkuat SDM untuk Percepatan Layanan Digital

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) terus mempercepat transformasi digital di sektor pelayanan publik dengan menggelar Sosialisasi dan Workshop Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI). Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendukung pengembangan ekosistem layanan pemerintahan berbasis digital yang lebih efektif dan adaptif.
Workshop tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas aparatur dalam menghadapi percepatan perkembangan teknologi, khususnya pada pengelolaan layanan perpajakan dan retribusi daerah yang semakin mengarah pada sistem digital.
Kepala BPPDRD Kota Balikpapan, Idham Mustari mengatakan, peningkatan kapasitas SDM menjadi faktor penting dalam keberhasilan transformasi digital di lingkungan pemerintahan. Karena itu, aparatur dituntut mampu memahami perkembangan teknologi sekaligus menyesuaikan pola kerja dengan kebutuhan layanan modern.
“Kita sedang membangun fondasi masa depan pelayanan publik Balikpapan. Workshop ini menjadi jembatan bagi pegawai kami untuk memahami teknologi terbaru. Ya semua harus beralih ke serba digital,” ujarnya, Kamis (09/04).
Menurut Idham, kegiatan tersebut berfokus pada penguatan pemahaman penggunaan platform digital guna mendukung optimalisasi pendapatan daerah serta meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi yang mempermudah akses pembayaran pajak dan retribusi secara lebih praktis.
Selain penguasaan perangkat teknologi, BPPDRD juga menekankan pentingnya membangun pola pikir digital (digital mindset) di kalangan aparatur. Pemerintah menilai kesiapan SDM menjadi faktor utama agar transformasi digital tidak berhenti pada penggunaan alat, tetapi mampu menghadirkan inovasi pelayanan yang lebih responsif.
“Teknologi hanya sarana, namun keberhasilannya ada pada orang yang mengoperasikannya. Kami ingin setiap staf mampu memberikan solusi digital bagi warga di Balikpapan,” jelasnya.
Idham menambahkan, kemampuan membaca dan mengelola data secara akurat juga menjadi materi penting dalam workshop. Pemanfaatan data yang valid dinilai mampu membantu pemerintah memetakan potensi pajak daerah secara lebih tepat sehingga kebijakan yang diambil menjadi lebih efektif dan adil.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap penguatan kapasitas SDM melalui workshop ini dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penyederhanaan birokrasi, serta meningkatnya kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan berbasis digital.
“Inovasi ini adalah bentuk dedikasi kami untuk warga. Kami ingin Balikpapan menjadi contoh kota cerdas yang mandiri secara ekonomi,” tuturnya lagi.




