Anjangsana Paskibraka Balikpapan 2025: Belajar Sejarah dan Menumbuhkan Semangat Kebangsaan di Surabaya dan Malang

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengadakan kegiatan Anjangsana Paskibraka 2025 ke Provinsi Jawa Timur. Kunjungan ini tidak hanya membawa para peserta untuk menjelajahi dua kota bersejarah—Surabaya dan Malang—tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperdalam pemahaman kebangsaan dan memperkuat karakter generasi muda.
Kepala Kesbangpol Kota Balikpapan, Sutadi, menyampaikan bahwa anjangsana ini lebih dari sekadar perjalanan wisata atau seremonial. “Ini adalah perjalanan hati dan pengabdian bagi para anggota Paskibraka. Tujuannya adalah untuk memperluas wawasan kebangsaan, memperkuat disiplin, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui pengalaman langsung,” ujarnya.
Selama perjalanan, rombongan Paskibraka mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah di Surabaya. Salah satunya adalah pangkalan komando armada laut II Surabaya, pusat kapal perang AL, yang menjadi tempat pembekalan langsung tentang nilai-nilai kepahlawanan dan nasionalisme. Sutadi berharap pengalaman ini dapat menanamkan semangat perjuangan yang tidak hanya ditunjukkan di lapangan upacara, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
“Surabaya mengajarkan tentang keberanian dan pengorbanan. Kami ingin generasi muda Balikpapan meneladani semangat juang para pahlawan yang rela berkorban demi bangsa. Ini adalah ajang pembelajaran nilai disiplin, kebangsaan, dan persaudaraan,” jelasnya.
Kegiatan ini, menurut Sutadi, merupakan bentuk pembinaan berkelanjutan bagi anggota Paskibraka setelah mereka menjalankan tugas kenegaraan di lapangan upacara. Dia menambahkan bahwa nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan solidaritas yang ditanamkan dalam diri Paskibraka harus terus dipelihara, agar bisa dijadikan bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
“Anjangsana ini adalah simbol bahwa pengabdian mereka tidak berhenti di barisan upacara. Ia akan terus hidup dalam setiap langkah dan kontribusi nyata mereka bagi bangsa. Setelah ini, mereka harus bisa mengamalkan nilai-nilai yang telah mereka pelajari dari pelatihan Paskibraka,” ungkap Sutadi.
Sutadi juga menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membuat generasi muda semakin menyadari pentingnya menjaga semangat kebangsaan di tengah perubahan zaman. “Semangat itu harus diwujudkan dalam aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Banyak peserta dan pembina yang mengapresiasi kegiatan anjangsana ini. Bagi mereka, kegiatan ini bukan hanya sekadar perjalanan fisik, melainkan pengalaman berharga yang menumbuhkan rasa bangga dan tanggung jawab sebagai bagian dari anak bangsa. Mereka menganggap anjangsana ini sebagai kesempatan untuk menanamkan rasa kebangsaan yang lebih mendalam. (deb)




