Puskesmas Gunung Sari Ulu Ajak Santri Bairuha Jadi Agen Hidup Sehat di Pesantren

BALIKPAPAN – Semangat hidup bersih dan sehat kini mulai tumbuh dari lingkungan pesantren. UPTD Puskesmas Gunung Sari Ulu menggelar pembinaan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di Pondok Pesantren Bairuha, Kelurahan Gunung Sari Ulu, Sabtu (8/11), dengan melibatkan puluhan santri dan guru.
Melalui kegiatan ini, para santri tidak hanya mendapatkan materi tentang kesehatan gigi dan mulut, gizi seimbang, pertolongan pertama, serta kesehatan reproduksi remaja, tetapi juga diajak untuk menjadi pelopor penerapan pola hidup bersih di lingkungan pesantren.
Kepala UPTD Puskesmas Gunung Sari Ulu, drg. Niken Giri Wardhani, menekankan pentingnya menanamkan kesadaran kesehatan sejak dini di kalangan santri. Ia berharap, para santri tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga mampu menjaga diri dan lingkungannya agar tetap sehat.
“Santri adalah calon generasi penerus bangsa, calon ayah dan ibu yang kelak akan mendidik anak-anak mereka. Karena itu, penting membekali mereka dengan ilmu kesehatan agar tumbuh menjadi generasi yang kuat dan cerdas,” ujar Niken.
Guru Pondok Pesantren Bairuha, Temmy, menyambut baik kegiatan ini. Ia menyebut pembinaan Poskestren telah memberikan dampak positif bagi para santri, terutama dalam membentuk kebiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
“Sejak Poskestren Bairuha berdiri tahun 2017, kami rutin mendapat pembinaan. Setiap tahun santri semakin sadar pentingnya pola hidup bersih, dan hal ini berpengaruh besar pada suasana pesantren yang kini lebih sehat,” ungkapnya.
Lurah Gunung Sari Ulu, Rendra Hermawan, juga memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan Puskesmas. Menurutnya, sinergi antara tenaga kesehatan dan lembaga pendidikan keagamaan menjadi kunci menciptakan masyarakat yang sehat dan berdaya.
“Gerakan seperti ini adalah contoh nyata kolaborasi yang baik. Edukasi kesehatan di pesantren bukan hanya meningkatkan kesadaran santri, tapi juga membawa dampak ke masyarakat sekitar,” ujarnya. (Deb)




