Kesbangpol Dorong Gerakan Pemuda Cegah Intoleransi dan Ekstremisme

BALIKPAPAN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan mendorong keterlibatan generasi muda dalam upaya mencegah intoleransi dan ekstremisme. Langkah ini dilakukan melalui Gerakan Pemuda Anti-Intoleransi dan Ekstremisme (GEMPITA) yang melibatkan organisasi kepemudaan dan pelajar.
Kepala Kesbangpol Kota Balikpapan, Elizabeth, mengatakan GEMPITA menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya toleransi serta menjaga kerukunan di Kota Balikpapan.
Melalui program tersebut, Kesbangpol berkolaborasi dengan sejumlah organisasi kepemudaan dan melibatkan pelajar tingkat SMA. Mereka mendapatkan pembinaan dengan dukungan sejumlah pihak, termasuk Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.
Elizabeth menjelaskan, para pemuda yang terlibat juga didorong menjadi narasumber bagi teman sebaya. Mereka diharapkan dapat menyampaikan motivasi dan pemahaman mengenai pentingnya toleransi serta pencegahan ekstremisme di lingkungan pergaulan.
“Jadi, kita berkolaborasi dengan mereka untuk menjadikan mereka sebagai narasumber, memberikan motivasi ataupun pencerahan bagi teman-temannya sesama pemuda, kaitannya dengan meningkatkan toleransi di Kota Balikpapan dan mencegah terjadinya ekstremisme,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).
Selain melalui kegiatan di sekolah, Kesbangpol berencana memperluas edukasi dengan berkolaborasi bersama Balikpapan Youth Spirit (BYS). Kolaborasi ini akan dilakukan melalui kegiatan bersih pantai yang digagas komunitas tersebut.
Dalam kegiatan itu, Kesbangpol berencana menyisipkan edukasi kepada pemuda dan pelajar mengenai pencegahan intoleransi, radikalisme, serta ekstremisme, khususnya dalam penggunaan media sosial.
Menurut Elizabeth, pemanfaatan media digital perlu diiringi pemahaman dan sikap bijak agar generasi muda tidak mudah terpengaruh konten yang berpotensi memicu intoleransi maupun paham ekstrem.
Melalui pendekatan tersebut, Kesbangpol berharap generasi muda tidak hanya menjadi sasaran edukasi, tetapi juga berperan aktif menyebarkan pesan toleransi di lingkungan pertemanan dan masyarakat.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kerukunan, meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberagaman, serta menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat Kota Balikpapan.
(adv/diskominfo balikpapan)




