
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperluas akses layanan perizinan untuk mendukung pelaku UMKM dan wirausaha muda. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), pemerintah menghadirkan SiJempol (Sistem Jemput Bola Langsung), layanan inovatif yang mempermudah proses pengurusan izin usaha tanpa biaya.
Kepala DPMPTSP Balikpapan, Hasbullah Helmi, mengatakan layanan SiJempol hadir untuk menghapus hambatan administratif yang selama ini membebani pelaku UMKM. Kebijakan ini bertujuan agar pelaku usaha dapat berkembang di tengah persaingan ekonomi digital.
“Kami ingin memastikan pelaku usaha tidak lagi menganggap perizinan sebagai hal yang merepotkan. Melalui SiJempol, kami turun langsung ke lapangan untuk memberikan pendampingan dan mempermudah pengurusan izin usaha secara cepat dan gratis,” ujarnya, Ahad (16/11).
Helmi menjelaskan SiJempol merupakan layanan terpadu yang menyediakan pendampingan lengkap untuk pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), identitas legal wajib bagi setiap pelaku usaha. Selain itu, DPMPTSP memberikan konsultasi menyeluruh mengenai OSS (Online Single Submission), mulai dari pendaftaran, kelengkapan data, hingga penyelesaian kendala teknis yang sering dihadapi UMKM pemula.
“Kami menyiapkan petugas terlatih yang siap menjawab semua pertanyaan pelaku usaha. Kami ingin memastikan mereka memahami proses perizinan dan merasa terbantu sejak awal,” jelasnya.
Menurut Helmi, layanan jemput bola ini tidak hanya memudahkan pelaku usaha tetapi juga membuka ruang interaksi langsung antara UMKM dan petugas perizinan. Program ini menyasar berbagai titik di Balikpapan, termasuk kawasan padat UMKM, komunitas wirausaha muda, hingga sentra ekonomi kreatif.
“Kami ingin memastikan UMKM Balikpapan berkembang dengan pondasi yang kuat. Legalitas usaha adalah langkah awal untuk naik kelas dan meraih peluang lebih besar di masa depan,” tambah Helmi.
Pemerintah menilai kepemilikan NIB dan izin lengkap memiliki peran penting dalam memperkuat daya saing UMKM, memungkinkan pelaku usaha mengikuti program pembinaan pemerintah, mengakses bantuan modal, menjalin kerja sama dengan perusahaan besar, hingga memasarkan produk melalui platform digital. (deb)




