Jumlah ASN Terus Berkurang, Pemkot Balikpapan Dorong Kinerja Pegawai Lebih Optimal

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan menghadapi tantangan dalam menjaga ketersediaan sumber daya aparatur seiring banyaknya ASN yang memasuki masa pensiun setiap tahun. Di tengah kondisi tersebut, pemerintah memilih mengoptimalkan kinerja pegawai yang masih aktif agar pelayanan kepada masyarakat dan pelaksanaan tugas pemerintahan tetap berjalan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Balikpapan, Purnomo, mengatakan pemerintah saat ini tidak melakukan penambahan pegawai. Sementara itu, rata-rata sekitar 200 ASN memasuki masa pensiun setiap tahun.
“Kalau ternyata diberlakukan efisiensi, kita kan sudah tidak menambah pegawai. Satu tahun ini sudah tidak ada menambah pegawai. Sementara yang pensiun rata-rata 200 orang,” ujar Purnomo, Kamis (14/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah perlu mengatur kembali pembagian pekerjaan agar tugas yang ditinggalkan pegawai yang pensiun tetap dapat dilaksanakan. Optimalisasi sumber daya manusia menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk memastikan tidak terjadi gangguan terhadap pekerjaan pemerintahan.
Purnomo menjelaskan, apabila terdapat beberapa pegawai dalam satu tim yang memasuki masa pensiun, pekerjaan mereka akan dilanjutkan oleh anggota tim yang masih aktif. Pembagian tugas dilakukan dengan tetap memperhatikan fungsi dan tanggung jawab masing-masing pegawai.
“Kalau misalnya dalam satu tim kerja itu ada dua yang pensiun, ya sisanya yang melaksanakan pekerjaan timnya. Supaya bisa jalan,” katanya.
Ia menegaskan kebijakan optimalisasi pegawai bukan berarti pemerintah menerapkan sistem kerja rangkap secara sembarangan. Setiap ASN tetap diarahkan bekerja berdasarkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang melekat pada jabatan masing-masing.
“Bukan double job. Semua pekerjaan yang ada dalam tupoksinya, bukan semua sembarangan,” tegasnya.
Menurut Purnomo, istilah double job memiliki konteks berbeda. Kondisi tersebut lebih tepat digunakan ketika seorang pegawai menjalankan jabatan utamanya sekaligus menerima penugasan tambahan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) atau Pelaksana Harian (Plh) pada jabatan lain.
Sementara dalam kondisi berkurangnya jumlah pegawai akibat pensiun, pekerjaan dalam suatu unit atau tim tetap harus diselesaikan oleh pegawai yang masih tersedia. Karena itu, diperlukan koordinasi dan pembagian pekerjaan yang efektif agar beban kerja dapat dikelola dengan baik.
Purnomo menilai peningkatan produktivitas ASN menjadi semakin penting dalam kondisi jumlah pegawai yang terus berkurang. Setiap pegawai diharapkan dapat memaksimalkan kemampuan dan waktu kerja untuk menyelesaikan tanggung jawab yang telah ditetapkan.
Ia juga berharap seluruh ASN memahami posisi dan tanggung jawab masing-masing sehingga tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan. Pelaksanaan tugas yang sesuai tupoksi dinilai dapat membantu menjaga efektivitas organisasi sekaligus mempertahankan kualitas pelayanan publik.
“Kalau saya ingin semua pegawai kita kerjanya maksimal di dalam tupoksinya,” pungkasnya.
Dengan rata-rata 200 ASN yang memasuki masa pensiun setiap tahun dan belum adanya penambahan pegawai dalam periode berjalan, Pemkot Balikpapan perlu mengelola sumber daya aparatur secara lebih efektif. Optimalisasi kinerja pegawai yang masih aktif menjadi salah satu strategi agar roda pemerintahan tetap berjalan dan kebutuhan pelayanan masyarakat tetap terpenuhi.
(adv/diskominfo balikpapan)




