Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Warga Balikpapan

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mendorong keberadaan Koperasi Merah Putih tidak hanya menjadi program pembangunan fisik, tetapi juga mampu berkembang sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan. Setiap koperasi diharapkan dapat mengoptimalkan potensi usaha yang ada di wilayah masing-masing sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh anggota dan masyarakat.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan hal tersebut saat meninjau pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, Rabu (5/8/2026).
Bagus mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan pembangunan Koperasi Merah Putih untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai target. Berdasarkan laporan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (DKUMKM) Kota Balikpapan, dari 34 desa dan kelurahan, enam koperasi telah selesai dibangun dan lima lainnya masih dalam proses pengerjaan.
“Jadi saat ini sudah ada 11 koperasi yang selesai maupun sedang dibangun,” ujarnya.
Pemerintah Kota Balikpapan menyiapkan 11 bidang tanah milik pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan koperasi tahap berikutnya. Dengan waktu pembangunan yang diperkirakan sekitar 90 hari untuk setiap bangunan, jumlah koperasi yang telah berdiri diharapkan terus bertambah dalam beberapa bulan ke depan.
Pembangunan dilakukan secara bertahap hingga seluruh 34 desa dan kelurahan di Kota Balikpapan memiliki Koperasi Merah Putih pada akhir 2026. Pemerintah berharap pembangunan sarana tersebut dapat diikuti dengan pengembangan unit usaha yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah.
Menurut Bagus, pengelolaan koperasi juga melibatkan masyarakat dan pemerintah kelurahan. Ketua koperasi berasal dari unsur masyarakat, sedangkan lurah berperan sebagai Ketua Dewan Pengawas. Struktur tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan sekaligus memastikan tata kelola koperasi berjalan secara transparan dan sesuai ketentuan.
Bagus mencontohkan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Manggar yang telah menunjukkan potensi usaha melalui penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Koperasi tersebut disebut mampu membukukan omzet sekitar Rp500 juta per bulan.
Ke depan, pengembangan usaha tidak hanya diarahkan pada penjualan beras. Sejumlah peluang usaha seperti penyaluran LPG, klinik, apotek, peternakan ayam petelur, hingga kerja sama dengan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Balikpapan Timur juga tengah diproyeksikan.
“Koperasi ini harus mampu mengoptimalkan potensi yang ada di setiap kelurahan. Masyarakat dapat menjadi anggota dan berkontribusi sehingga manfaat usaha nantinya kembali kepada seluruh anggota koperasi,” katanya.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap koperasi yang dibangun dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Keberadaan Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan diharapkan membuka peluang usaha baru, memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, serta mendorong perputaran ekonomi yang lebih merata.
Dengan pembangunan yang ditargetkan mencakup seluruh 34 desa dan kelurahan, Koperasi Merah Putih diharapkan tidak berhenti sebagai fasilitas ekonomi, tetapi berkembang menjadi wadah usaha bersama yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Balikpapan.
(adv/diskominfo balikpapan)




