ADV DISKOMINFO BPP 2026 Balikpapan

Perbaikan Longsoran Jalan Syarifuddin Yoes Ditargetkan Tuntas Agustus 2026

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) terus mempercepat penanganan longsoran di Jalan Syarifuddin Yoes. Hingga awal Juli 2026, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 30 persen dan ditargetkan rampung pada 24 Agustus 2026 agar akses jalan kembali berfungsi secara optimal dan aman bagi masyarakat.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan tanggung jawab penyedia jasa. Pemerintah juga ingin memastikan metode penanganan yang dilakukan mampu mengatasi penyebab utama kerusakan sehingga tidak menimbulkan persoalan serupa di kemudian hari.

Menurut Bagus, hasil kajian teknis menunjukkan kerusakan tidak hanya terjadi pada permukaan jalan, tetapi juga dipicu oleh kondisi tanah lunak di bawah badan jalan yang menyebabkan penurunan tanah (*settlement*). Karena itu, penanganan dilakukan dengan membangun konstruksi yang lebih kuat dan permanen agar mampu menopang badan jalan dalam jangka panjang.

“Bor pile sudah dikerjakan dan saat ini masuk tahap pembangunan *foot plate*. Setelah itu konstruksi akan dibuat bertingkat agar tanah lunak di bawahnya tidak lagi menyebabkan penurunan,” katanya, Rabu (8/07/2026).

Ia menjelaskan, penggunaan pondasi *bore pile* dan struktur bertingkat diharapkan dapat meningkatkan stabilitas tanah sekaligus memperpanjang usia layanan jalan. Dengan metode tersebut, risiko terjadinya penurunan badan jalan di lokasi yang sama dapat diminimalkan.

Proyek perbaikan yang dimulai pada 13 Mei 2026 tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp9,6 miliar. Meski progres pekerjaan terus berjalan sesuai tahapan, kondisi cuaca yang masih sering diguyur hujan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi di lapangan.

Untuk mengantisipasi hambatan tersebut, Pemkot Balikpapan meminta kontraktor menyiapkan terpal penutup agar material timbunan tidak mengalami kejenuhan air saat hujan turun. Selain itu, penggunaan alat pemadat juga harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu konstruksi pondasi yang telah terpasang.

Bagus juga meminta penyedia jasa menambah jumlah tenaga kerja sehingga pekerjaan sepanjang sekitar 90 meter tersebut dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan. Menurutnya, percepatan pekerjaan harus tetap memperhatikan kualitas konstruksi agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Selain aspek teknis, pemerintah juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi yang baik dengan pemilik lahan di sekitar lokasi proyek. Langkah tersebut diperlukan untuk menghindari potensi persoalan sosial yang dapat menghambat kelancaran pelaksanaan pekerjaan.

Bagus menjelaskan, desain teknis proyek disusun oleh BPJN di bawah Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara itu, Pemerintah Kota Balikpapan memberikan dukungan pendanaan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai bentuk percepatan penanganan infrastruktur yang bersifat mendesak.

“Karena ini bersifat prioritas dan mendesak, pemerintah kota membantu melalui Belanja Tidak Terduga agar tidak perlu menunggu anggaran tahun 2027. Ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah kota dan BPJN,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara BPJN dan Pemerintah Kota Balikpapan, proyek perbaikan longsoran Jalan Syarifuddin Yoes diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik. Keberhasilan penanganan ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar arus lalu lintas, serta mendukung konektivitas dan aktivitas masyarakat di Kota Balikpapan.

**(adv/diskominfo balikpapan)**