**Pantai Bersih Jadi Kunci Daya Tarik Wisata, Disporapar Libatkan Pemuda Jaga Kawasan Pesisir**

BALIKPAPAN – Kebersihan kawasan pantai dinilai menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata di Kota Balikpapan. Karena itu, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan terus mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir melalui berbagai aksi lingkungan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan bersih pantai dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup yang melibatkan organisasi kepemudaan, komunitas peduli lingkungan, pelajar, hingga berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan kawasan wisata, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan sebagai aset pariwisata.
Kepala Disporapar Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan kondisi lingkungan yang bersih dan terawat memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan wisatawan saat berkunjung. Menurutnya, kesan positif yang diperoleh wisatawan dari sebuah destinasi akan menentukan minat mereka untuk kembali berkunjung di masa mendatang.
“Pantai yang bersih akan memberikan kesan positif bagi wisatawan. Ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut kenyamanan, kesehatan lingkungan, dan keberlanjutan sektor pariwisata itu sendiri,” ujarnya, Senin (22/6/26).
Balikpapan memiliki sejumlah destinasi pantai yang menjadi tujuan favorit masyarakat maupun wisatawan dari luar daerah. Oleh karena itu, menjaga kebersihan kawasan pesisir menjadi bagian penting dalam mempertahankan daya tarik wisata sekaligus memperkuat citra kota sebagai destinasi yang nyaman dan ramah lingkungan.
Ratih menjelaskan, kegiatan bersih pantai yang dilakukan secara berkala juga memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat. Kawasan wisata yang bersih dan tertata dinilai mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal.
“Kawasan wisata yang bersih akan berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan. Ketika jumlah pengunjung meningkat, maka pelaku usaha kecil, pedagang, dan UMKM yang berada di sekitar kawasan wisata juga akan merasakan manfaatnya,” katanya.
Menurutnya, pembangunan sektor pariwisata saat ini tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas dan infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan upaya menjaga kualitas lingkungan sebagai daya tarik utama destinasi wisata.
Disporapar juga menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan. Melalui keterlibatan dalam aksi bersih pantai, para pemuda diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan kawasan wisata dan lingkungan sekitar.
“Kami ingin gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Harapannya dapat menjadi kebiasaan yang terus dilakukan sehingga kesadaran menjaga lingkungan tumbuh secara alami di masyarakat,” ujarnya.
Selain mendukung sektor pariwisata, kebersihan pantai juga berperan penting dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan habitat biota laut. Karena itu, Disporapar terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat agar upaya menjaga lingkungan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Pariwisata yang maju harus berjalan beriringan dengan kelestarian lingkungan. Ketika pantai terjaga dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan wisatawan, tetapi juga masyarakat dan generasi mendatang,” tutup Ratih.
Melalui gerakan bersih pantai yang konsisten, Balikpapan berharap dapat terus memperkuat posisinya sebagai kota wisata yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan wisata. (***/ADV Diskominfo Balikpapan)




