{"id":6498,"date":"2026-07-07T00:33:50","date_gmt":"2026-07-07T00:33:50","guid":{"rendered":"https:\/\/rubriknusantara.com\/?p=6498"},"modified":"2026-08-03T00:48:38","modified_gmt":"2026-08-03T00:48:38","slug":"wawali-tinjau-pembangunan-rumah-jabatan-minta-progres-dipercepat-dan-k3-ditingkatkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/2026\/07\/07\/wawali-tinjau-pembangunan-rumah-jabatan-minta-progres-dipercepat-dan-k3-ditingkatkan\/","title":{"rendered":"Wawali Tinjau Pembangunan Rumah Jabatan, Minta Progres Dipercepat dan K3 Ditingkatkan"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-6499\" src=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_20260205_110501-1024x578.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"564\" srcset=\"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_20260205_110501-1024x578.jpg 1024w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_20260205_110501-300x169.jpg 300w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_20260205_110501-768x433.jpg 768w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_20260205_110501-1536x866.jpg 1536w, https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_20260205_110501-2048x1155.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p>BALIKPAPAN \u2013 Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan rumah jabatan wakil wali kota. Dalam kunjungan tersebut, ia meminta pelaksana proyek mempercepat progres pekerjaan tanpa mengabaikan kualitas konstruksi maupun penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).<\/p>\n<p>Menurut Bagus, percepatan pekerjaan perlu dilakukan agar target penyelesaian sesuai jadwal yang telah ditetapkan dapat tercapai. Namun, percepatan tersebut harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat sehingga mutu bangunan tetap terjaga hingga proyek selesai.<\/p>\n<p>Selain meninjau progres pembangunan, Bagus juga memberikan sejumlah arahan terkait penataan area proyek. Ia menilai lingkungan kerja yang bersih, rapi, dan tertata akan mendukung kelancaran proses pembangunan sekaligus meningkatkan keselamatan para pekerja.<\/p>\n<p>&#8220;Penataan lokasi kerja harus lebih baik. Bekas puing dipindahkan, timbunan yang tidak diperlukan diratakan, termasuk area fabrikasi besi diberi terpal agar pekerja lebih nyaman,&#8221; ujarnya, Selasa (7\/7\/2026).<\/p>\n<p>Ia meminta sisa material bangunan dan puing-puing segera dibersihkan agar tidak mengganggu aktivitas di lapangan. Timbunan tanah yang sudah tidak diperlukan juga diminta diratakan sehingga akses keluar-masuk pekerja maupun kendaraan proyek menjadi lebih mudah. Selain itu, area fabrikasi besi perlu dilengkapi peneduh agar pekerja dapat bekerja dengan lebih aman dan nyaman, terutama saat cuaca panas.<\/p>\n<p>Bagus mengungkapkan masa pelaksanaan proyek hanya sekitar lima setengah bulan. Setelah satu bulan pekerjaan berjalan, waktu yang tersisa tinggal sekitar empat setengah bulan sehingga seluruh pekerjaan struktur harus dipercepat agar tidak mengganggu tahapan berikutnya.<\/p>\n<p>Ia meminta kontraktor menambah jumlah tenaga kerja pada pekerjaan pondasi, kolom, dan balok. Menurutnya, percepatan pada tahap struktur sangat penting karena pekerjaan arsitektur dan tahap akhir (*finishing*) umumnya membutuhkan waktu lebih panjang serta tingkat ketelitian yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>&#8220;Karena sekarang masih pekerjaan struktural, saya minta dipercepat. Nanti pekerjaan arsitektur atau *finishing* biasanya justru lebih lambat,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Selain mengejar progres pembangunan, Bagus juga meminta Dinas Pekerjaan Umum bersama konsultan pengawas memperketat penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Ia menegaskan seluruh pekerja wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) selama berada di lokasi proyek.<\/p>\n<p>&#8220;Saya mengingatkan agar K3 benar-benar diterapkan. Semua pekerja menggunakan APD dan siapa pun yang masuk ke lokasi proyek wajib mematuhi aturan keselamatan,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan agar setiap tamu maupun pihak yang memasuki area proyek terlebih dahulu melapor dan menggunakan APD sesuai ketentuan demi menghindari risiko kecelakaan kerja.<\/p>\n<p>Bagus optimistis proyek dapat diselesaikan tepat waktu apabila kualitas pekerjaan dijaga sejak awal, progres terus dipantau, dan area kerja tetap dalam kondisi bersih serta tertata.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau dari awal pekerjaannya teliti dan lokasi tetap bersih, insyaallah hasilnya lebih baik dan bisa selesai tepat waktu,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Selain itu, kontraktor diminta mengantisipasi potensi hambatan akibat cuaca, terutama saat hujan. Menurut Bagus, akses menuju lokasi proyek harus tetap dapat digunakan sehingga pekerjaan dapat kembali dilanjutkan segera setelah kondisi memungkinkan.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan sampai hujan menghentikan pekerjaan. Akses masuk ke lokasi harus disiapkan sehingga sekitar satu jam setelah hujan pekerjaan sudah bisa berjalan kembali,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Bagus menambahkan, pembangunan rumah jabatan wakil wali kota dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan dengan nilai kontrak sekitar Rp13 miliar. Pemerintah Kota Balikpapan akan terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal, memenuhi standar kualitas, serta memberikan hasil terbaik bagi aset pemerintah daerah.<\/p>\n<p>**(adv\/diskominfo balikpapan)**<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BALIKPAPAN \u2013 Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan rumah jabatan wakil wali kota. Dalam kunjungan tersebut, ia meminta pelaksana proyek mempercepat progres pekerjaan tanpa mengabaikan kualitas konstruksi maupun penerapan keselamatan dan kesehatan kerja&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6499,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[48,4],"tags":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/rubriknusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_20260205_110501-scaled.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6498"}],"collection":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6498"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6498\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6501,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6498\/revisions\/6501"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6499"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6498"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6498"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rubriknusantara.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6498"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}